PAREPARE, timeberita.com — Kantor pelayanan Pajak Pratama Kota Parepare dikeluhkan warga, Rabu (08/09/2021)
Pasalnya, selain harus mendaftar secara online begitu rumit, setelah terdaftar diberikan nomor antrian juga harus menunggu hampir satu jam belum dilayani.
Padahal antrian wajib pajak menunggu hanya 3 orang. Bahkan wajib pajak diminta mengambil nomor antrian dua kali.
Banyak ruangan pelayanan yang kosong tidak terisi dari delapan meja yang disiapkan untuk pelayanan hanya tiga yang melayani.
Sesuai pantauan timeberita.com di kantor pajak, seorang warga harus pulang karena tidak dilayani, selain itu adanya warga yang memakai celana pendek juga disuruh pulang padahal tidak ada pemberitahuan sebelumnya jika ada larangan mengenakan celana pendek.
Direktur LSM IKRA Kota Parepare, Nuzul Qadriy mengatakan bahwa untuk apa gedung mewah, fasilitas woow tapi soal pelayanan tidak maksimal.
“Jika memang mudah kenapa dipersulit, kalau sulit kenapa tidak dipermudah, itulah mestinya di utamakan pelayanan kepada masyarakat,”katanya.
Dia menjelaskan, Antrian tidak terlalu padat kenapa bisa lama dilayani, kenapa banyak meja pelayanan yang kosong, dimana pegawainya yang digaji oleh rakyat itu.
“Tugas mereka melayani, jangan menunggu sampai berjam-jam, banyak pekerjaan lainnya yang mau dikerjakan,”sesalnya.
Jika seperti itu, Pelayanannya maka yang dirugikan warga yang mestinya dilayani secara offline.
“Yang pastinya, jika tidak bisa dilayani secara online, maka lakukan pelayanan offline. Daripada wajib pajak harus bolak balik,”kesalnya.
Ironisnya lagi wajib pajak disuruh ke kantor pos yang ada di ruangan kantor KPP Pratama, Namun tidak bisa dibayar karena lagi sistem rusak atau offline sehingga harus kembali jam 15:00 wita jika disuruh pulang lagi warga dan harus naik ojek maka pengeluaran lebih besar dibanding mengurus pembayarannya di pos hanya Rp15.000.
“Tidak bisa online nanti kembali jam 3 sore,”kata karyawati pos yang tidak sebut namanya.(*)