JOMBANG, timeberita.com – Sejarah baru kembali dicatat oleh Nahdlatul Ulama (NU). Muktamar NU ke-35 yang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, resmi ditutup oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, pada Minggu (31/8/2026)
Sebelumnya, Presiden juga secara langsung membuka rangkaian akbar ini, menandai dukungan penuh negara terhadap konsolidasi umat Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Acara yang digelar sejak akhir Juli hingga akhir Agustus 2026 ini dihadiri oleh lautan manusia. Ribuan kiai, ulama, pengurus, warga, dan simpatisan NU dari seluruh penjuru Indonesia memadati area pesantren. Kehadiran tokoh-tokoh nasional seperti Ketua MPR RI, Menteri Kabinet Merah Putih, Kapolri, dan Panglima TNI, serta delegasi NU dari negara tetangga dan Timur Tengah, semakin mengukuhkan posisi NU sebagai organisasi Islam moderat yang diperhitungkan di kancah global.

Proses Demokrasi Ahlul Halli wal Aqdi: Musyawarah Hingga Subuh
Momen paling menentukan dalam Muktamar kali ini adalah proses pemilihan pimpinan tertinggi PBNU. Berbeda dengan pemilihan umum biasa, NU menggunakan mekanisme Ahlul Halli wal Aqdi (Dewan Pertimbangan), sebuah majelis yang terdiri dari para ulama sepuh dan kiai kharismatik.
Proses ini berjalan sangat demokratis dan khidmat. Dimulai sejak pagi 28 Juli 2026 hingga subuh 30 Juli 2026, ratusan utusan melakukan musyawarah intensif untuk memilih 9 anggota Ahwa (Ahlul Halli wal Aqdi). Selanjutnya, sembilan ulama pilihan ini bermusyawarah kembali selama lebih dari 24 jam, dari pagi 30 Juli hingga subuh 31 Juli 2026, untuk menentukan pemimpin masa bakti 2026-2031.
Hasilnya, KH. Miftahul Akhyar resmi ditetapkan sebagai Rois Aam (Ketua Umum Syuriah) dan sekaligus memimpin struktur Tanfidziyah PBNU untuk periode lima tahun ke depan. Keputusan ini disambut dengan sujud syukur dan harapan besar agar NU semakin maju, moderat, dan bermanfaat bagi peradaban bangsa di bawah kepemimpinan beliau.
Delegasi Parepare Pulang Membawa Amanah
Usai upacara penutupan oleh Presiden Prabowo, rombongan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Parepare bersiap meninggalkan Jombang. Dipimpin oleh Ketua PCNU Parepare, Prof. KH. Hannani, M.Ag., delegasi ini dinyatakan telah sukses menjalankan tugas mulia.
“Alhamdulillah, rombongan di bawah nahkoda Bapak Prof. KH. Hannani, M.Ag. telah menyampaikan aspirasi warga NU Parepare secara baik dan amanah,” ujar perwakilan rombongan.
Rombongan akan bertolak dari Jombang menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sebelum melanjutkan perjalanan laut ke Makassar dan akhirnya tiba kembali di Kota Parepare. Kepulangan mereka membawa semangat baru dan arahan strategis dari Muktamar ke-35 untuk diamalkan di tingkat akar rumput, memperkuat ukhuwah nahdliyin di kota Parepare. (**)
Laporan : Saharuddin dari Jombang
Editor: SMR Pare’z