PAREPARE, timeberita.com — Peryataan Wakil Rektor III IAIN Parepare Muhammad Saleh kepada awak media mengenai tidak ketahuan pihak kampus adanya kegiatan di luar kampus oleh organisasi mahasiswa yang meregang nyawa mahasiswa menuai sorotan dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Intitute Kebijak Rakyat Kota Parepare.
Muhammad Saleh mengatakan, Diksar Masa Perkenalan Mahasiswa Baru (Mapaba) KSR PMI itu memang sudah ada pemberitahuan ke kampus. Hanya saja, pihak kampus tak tahu jika ada kegiatan yang di luar kampus.
Sebelumnya, Humas IAIN Parepre Suherman Syah yang dihubungi mengatakan, Pihak Kampus bertanggung jawab dalam hal administratis, Karen sebelum melaksanakan kegiatan pihak Ormawa itu mengajukan permohonan.
“Pihak kampus yang memberikan izin. Hanya saja, tekhnis pelaksanaannya itu ada panitianya,”katanya.
Dia mengaku, jika hasil konfirmasi dari panitia, mereka sudah menyampaikan kepada penerintah kelurahan setempat.
“Informasi yang kami dapat dari panitia, itukatanya ada surat penyampaian,”akuhnya.
Ketua LSM Institute Kebijakan Rakyat kota Parepare, Nuzul Qadriy mengatakan, Hal itu sangat kelirus, jika pihak kampus tidak mengetahui adanya kegaitan di luar kampus.
“Sangat keliru kalau pihak kampus tidak mengetahui aktivitas mahasiswanya, buktinya adanya surat izin dari kampus, itu merupakan bukti autentik, bahwa pihak kampus mengetahui kegiatan ini,”katanya, Rabu (01/12/2021)
Tidak hanya itu, Sebelum mengeluarkan Izin, Panitia pelaksana akan menyampaikan sejumlah rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan.
“Sangat lucu kalau pihak kampus tidak tau. Sangat kuat dugaan, jika pihak kampus mau lepas tanggung jawab. Ini persoalan nyawa, harus ada yang bertanggun jawab,” tegasnya.
Olehnya itu, Dia meminta kepada pihak berwajib untuk mengusut tuntas kasus ini secara tegas, karena adanya korban jiwa atas meninggalnya dua mahasiswi asal kampus IAIN, diduga kuat adanya kelalaian pada pelaksanaan kegiatan dan kesalahan standar operasional prosedur (SOP).
“Enak saja pihak kampus, mengatakan tidak tau kalau ada kegiatan mahasiswannya seperti ini, itu sangat tidak masuk akal,”tegasnya.
Terpisah, Lurah Lemoe, Nurhaya, mengaku tidak menerima penyampaian adanya kegiatan yang dilaksanakan diwilayahnya, hingga mengakibatkan adnaya korban jiwa.
Dia menyesalkan kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa dari perguruan ternbama di Kota Parepare, tapi tidak ada penyampaian pelaksanaan kegiatan.
“Kami selaku pemerintah di kelurahan dan RT-pun tidak disampaikan, seandainya ada informasi sebelumnya, kami pasti melarang ke lokasi, karena kondisi cuaca tidak bagus. Jangan ada masalah baru, kami yang mau disalahkan selaku pemerintah setempat,”terangnya. (Tim)