TIME BERITA – Teknologi digital telah menjadi tulang punggung kehidupan modern. Menyikapi hal ini, sekaligus menjawab tantangan stabilisasi harga dan aliran dana, lahir sebuah terobosan baru: AJPAR.
Aplikasi yang seluruhnya dikembangkan oleh kader Muhammadiyah ini hadir dengan visi menjadi solusi digital yang memberdayakan dan menguatkan ekonomi kerakyatan.
AJPAR bukanlah aplikasi tunggal, melainkan sebuah ekosistem digital yang terdiri dari tiga platform terintegrasi: AJPAR Customer untuk pengguna, AJPAR Driver untuk mitra pengemudi, dan AJPAR Merchant untuk pelaku usaha.
Konsep ini memungkinkan sirkulasi ekonomi berjalan secara lebih efisien dan menguntungkan para pelaku usaha lokal.
Salah satu keunggulan utama AJPAR adalah kemampuannya menjadi mitra strategis Pemerintah Daerah (Pemda). Aplikasi ini dapat mengintegrasikan berbagai pembayaran layanan publik, seperti pembayaran tagihan PDAM, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), retribusi kebersihan, retribusi pasar, dan berbagai layanan publik lainnya.
Hal ini diharapkan dapat memudahkan masyarakat dalam mengakses segala jenis pembayaran melalui satu platform saja.
Tidak hanya untuk pembayaran, AJPAR juga menjadi wadah untuk memajukan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Melalui AJPAR Merchant, produk-produk UMKM lokal mendapatkan saluran pemasaran digital yang luas, membantu mereka menjangkau pasar yang lebih besar dan bersaing di era ekonomi digital.
Di sisi lain, AJPAR membuka peluang ekonomi yang sangat luas bagi berbagai kalangan, khususnya kaum muda dan mahasiswa. Aplikasi ini memberikan kesempatan untuk menambah pemasukan dengan cara yang fleksibel, baik dengan menjadi driver maupun dengan memulai usaha jualan melalui platform AJPAR Merchant.
Ini merupakan kesempatan bagus untuk ‘nyambi’ mengembangkan jiwa kewirausahaan dan menghasilkan income tambahan.
“AJPAR dirancang bukan hanya sebagai aplikasi, tetapi sebagai gerakan untuk mendukung karya anak negeri. Jangan biarkan karya anak negeri kalah di tanah airnya sendiri!
Mari bersama-sama kita dukung dan gunakan AJPAR dalam kehidupan sehari-hari,” seru penggagas AJPAR dalam pernyataan resminya.
Kehadiran AJPAR dinilai sebagai langkah konkret dalam membangun kemandirian ekonomi digital Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan. (**)