PAREPARE, timeberita.com – Pemerintah Kota Parepare dan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) mengambil langkah antisipatif dengan meliburkan aktivitas belajar mengajar di semua jenjang pendidikan, menyusul beredarnya isu rencana aksi massa besar-besaran yang akan menuju Gedung DPRD setempat hari ini, Senin 1 September 2025. Kebijakan ini tertuang dalam surat edaran resmi yang diterbitkan pada akhir Agustus lalu.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kehati-hatian menyikapi informasi yang berkembang mengenai rencana demonstrasi yang diduga terkait pernyataan sejumlah pejabat nasional yang dinilai melukai hati publik.
Berdasarkan himbauan resmi dari Pemerintah Provinsi Sulsel (Nomor: 338/12640/Disdik, 31 Agustus 2025) serta ditindaklanjuti oleh Dinas Pendidikan Kota Parepare, seluruh siswa mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi diimbau untuk melaksanakan pembelajaran secara daring pada Senin (1/9/2025) ini.
Kepala Dinas Pendidikan Parepare, Makmur, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari instruksi pemerintah provinsi. “Kami mengikuti dan menerapkan himbauan pembelajaran daring dari Pemprov Sulsel untuk memastikan keamanan dan keselamatan para pelajar,” ujarnya.
Suara dari Berbagai Pihak:
Di tengah situasi yang mencekam, komunitas ojek online (ojol) setempat justru menyatakan tidak terlibat dalam rencana aksi hari ini. Salah seorang driver, Andi Azwar, mengklarifikasi bahwa aksi mereka telah dilaksanakan pada malam sebelumnya secara damai. “Kami tidak turun melakukan aksi hari ini. Aksi kemarin malam adalah bentuk penghormatan kami untuk mengenang rekan ojol yang meninggal dunia,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPRD Parepare, Kaharuddin Kadir, menyampaikan pesan melalui unggahan video berdurasi 54 detik. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, untuk menjaga situasi kota tetap kondusif. “Mari kita lakukan aksi damai tanpa anarkis. Kita jaga kota Parepare bersama, karena Parepare milik kita semua,” serunya.
Sementara Kepolisian Resor (Polres) Parepare melalui Waka Polres Kompol Saharuddin, S.H mengatakan akan tetap melakukan pengamanan dan pengawalan aksi demo tersebut. (*)