PAREPARE, TIME BERITA — Proyek Rehab Gedung Kantor Walikota Parepare yang menggunakan anggaran sebesar Rp1,8 Milliar melalui Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun anggaran 2019 sudah mulai runtuh, Selasa (07/04/2020).
Proyek yang baru selesai sekira 4 bulan lalu itu sudah mulai rusak.
Selain runtuh, di ruang bagian pengadaan barang dan jasa terdapat plafon sudah berjamur dan runtuh. Hal itu dibenarkan pejabat pengadaan barang dan jasa, Sukriadi yang ditemui diruangannya.
Dia mengatakan, kejadia ini dimungkinkan adanya rembesan air dari atas melalui balok rembal.
“Yang sudah jatuh, tapi sudah diperbaiki kembali. Tapi kita lihat saja sebagian sudah berjamur,”katanya sembari menujuk plafon.
Ditempat yang sama rekanan dari CV Elecktrindo Mandiri Anwar mengatakan, pihaknya akan mengerjakan untuk dilakukan perbaikan plafon yang rusak tersebut.
Bahkan, menurutnya, pihaknya sudah melakukan perbaikan plfon yang rusak.
“Kami sudah perbaiki itu pak dan tetap kami perbaiki. Walaupun kita kerja, tapi kalau hujan pasti rusak lagi,”jelasnya.
Sementara Ketua Pekat IB DPD Kota Parepare Hj Nurtiati Syam menyesalkan dengan kualitas pekerjaan proyek milliaran rupiah itu.
Dia menegaskan, agar Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare agar mengevaluasi para rekanan yang mengerjakan proyek di Kota Parepare.
“Jangan hanya mengejar keuntungan, tetapi mengabaikan kualitas pekerjaannya,”katanya.
Dia menambahkan, jika ada pengakuan pihak rekanan menyebutkan kondisi itu tidak bisa diatasi, karena persoalan hujan. Maka itu sama halnya mengahamburkan dana.
“Kalau dikerja lagi dan rusak lagi saat hujan turun dan hal terus berulang, ini sama halnya mengahamburkan anggaran, karena bukan solusi. Mestinya persoalan air hujan yang merembes ini diselesaikan,”sesalnya.(R1)