PAREPARE, TIME BERITA — Organisasi Masyarakat (Ormas) Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT IB) kecam atas kelalaian pemerintah Kabupaten Barru yang tidak memperhatikan kondisi Jembatan Bojo 2.
Hingga Jembatan Bojo 2 amblas yang mengakibatkan jatuhnya truk bermuatan pupuk pada Kamis malam, (13/02/2020).
“Kelalaian itu dapat berdampak hukum, apalagi sudah ada korban kecelakan. Itu bisa pidana,”jelas Ketua DPD PEKAT IB Parepare, Hj Nurtyati Sjam saat berkunjung di Redaksi timeberita.com, Jumat (14/02/2020).
Menurutnya, sesuai informasi yang ditemukan di lokasi Jembatan amblas tersebut, kondisi jembatan sudah mengalami keretakan sebelumnya.
Namun, pihak pemerintah Kabupaten Barru tidak melakukan langkah atau upayah antisipasi, hingga jembatan itu amblas.
“Seharusnya pemerintah setempat melakukan kontrolin jembatan, agar tidak ada korban,”katanya.
Dia menambahkan, kejadian ini harus menjadi perhatian semua pihak. Bukan hanya di Kabupaten Barru, tetapi semua daerah, khususnya daerah yang memiliki jembatan yang sudah berumur.
“Seperti di Kota Parepare, Jembatan Sumpang Minangae harus diantisipasi sebelum amblas. Karena kondisi jembatan Sumpang Minangae sudah sangat memprihatinkan,”katanya.
Terkait, itu, pihaknya meminta kepada pemerintah Kota Parepare segera malakukan langkah dan upayah antisipasi.(*)