Adelin Lis Dipindahkan Di Lapas Gunung Sindur

JAKARTA, timebeita.com — Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung, memindahkan terpidana Adelin Lis dari Rutan Salemba Cabang Kejaksaan Agung ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas II A. Gunung Sindur Kabupaten Bogor, setelah dinilai cukup dalam menjalani masa karantina kesehatan dan menjalani pemeriksaan kesehatan maupun swab antigen dan PCR (Polymerase Chain Reaction), paska Kejaksaan Agung berhasil memulangkannya dari Singapura, Senin (28/06/2021).

Kepala Pusat Penerangan hukum Kejagung RI Leonard Eben Ezer Simanjuntak SH,.MH mengatakan, Selama menjalani karantina kesehatan di Rutan Salemba Cabang KejaksaanAgung, Adelin Lis menempati ruang isolasi seorang sendiri dengan pengawasan kesehatan maksimal.

“Adelin Lis selama menjalani karantina kesehatan telah dilakukan rapid anti Covid 19 sebanyak empat kali yakni, tes swap antigen Sabtu, 19 Juni 2021 dengan hasil negative Corona Virus Diesease – 19 kemudian, tes PCR (Polymerase Chain Reaction) Senin, 21 Juni 2021 dengan hasil negative selanjutnya, tes PCR (Polymerase Chain Reaction)padaKamis, 24 Juni 2021 dengan hasil yang sama dan terakhir hari ini tes swap antigen dengan hasil negative,”jelasnya.

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan dan swab antigen Adelin Lis dinyatakan sehat, maka aksa Eksekutor segera membawa Adelin Lis ke Lapas Khusus Kelas II A Gunung Sindur Kabupaten Bogor guna menjalani hukuman badan berupa pidana penjara selama sepuluh tahun.

Menurutnya, Pertimbangan pelaksanaan hukuman bagi Adelin Lis kedalam Lapas dengan pengamanan maksimal (maximum security) tersebut mengingat Adelin Lis merupakan buronan dengan risiko tinggi yang pernah melarikan diri dari Rutan sebanyak dua kali yakni, pada 2006 dan 2008 lalu.

Sebagaiman diketahui Adelin Lis merupakan terpidana  korupsi dan pidana kehutanan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi serta Undang-Undang RI Nomor 41 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor19 Tahun 2004 tentang Kehutanan.

Dan berdasarkan putusankasasi yang diajukan Jaksa Penuntu Umum, Adelin Lis diputus bersalah pada tanggal 31 Juli 2008 dan dihukum dengan pidana Pidana penjara selama sepuluh tahun dan   Pidana denda sebesar Rp1 miliar subsider 6 bulan kurungan serta Uang pengganti sebesar Rp 119,8 juta dan US$ 2,9 dollar.

“Jika dalam waktu 1 bulan uang tidak dibayar dikenai hukuman 5 tahunpenjara,”urainya.

Setelah berhasil mengamankan Adelin Lis Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri Medan telah bergerak melakukan penelusuran harta benda (Asset Tracing) milik Adelin Lis di Kota Medan.

Penelusuran asset tracing ini untuk mengetahui keberadaan dan jenis aset yang disembunyikan oleh Adelin Lis yang akan digunakan untuk penggantian kerugian Negara.

Dia menyebutkan, Nilai asset milik Adelin Lis yang telah dilelang dan disetor ke Kas Negara sebesar  Rp 2,5 milliar lebih.

Tim Jaksa Eksekutor (P-48A) Kejaksaan Negeri Medan terus bergerak melaksanakan pencarian dan penelusuran asset-asset milik Adelin Lis.(*)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com