Disnaker Dorong Pembentukan BKK Sekolah Kejuruan

PAREPARE, timeberita.com –– Dinas Tenaga Kera (Disnaker) Kota Parepare terus mendorong pembentukan Bursa Kerja Khusus (BKK) di semua sekolah kejuruan.

Ini dilakukan guna menekan angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kota Parepare yang kini bertengger di posisi 7,14 persen.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare, Abd Latif mengatakan, pembentukan BKK di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sangat penting dalam rangka memfasilitasi penyaluran lulusan SMK ke dunia kerja, yang setiap tahun jumlahnya terus bertambah.

Penegasan ini disampaikan Latif saat membuka rapat koordinasi pembentukan BKK di kantornya, Selasa (29/06/2021).

Kegiatan ini dihadiri semua perwakilan sekolah kejuruan, baik SMK negeri maupun SMK swasta.

Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Parepare menunjuk angka angkatan kerja Kota Parepare tahun 2020 lalu mencapai 72 ribu lebih atau meningkat sekira 8,91 persen dibanding tahun 2019 yang hanya berjumlah 66.446.

“Angka ini merupakan sebagian besar alumni SMK,”katanya.

Dia berharap adanya BKK nantinya dapat mengoptimalkan penyaluran lulusan dan menjadi wadah informasi untuk pencari kerja.

“Ini tentu akan memberikan dampak besar bagi dunia pendidikan dan berkontribusi terhadap penyerapan alumini SMK di dunia kerja,”katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare, La Ode Arwah Rahman, menjelaskan, hingga 2021 baru ada tiga sekolah SMK di Parepare dari 13 sekolah kejuruan yang membentuk BKK, yakni SMK Negeri 2, SMK Amsir 1 dan SMK Negeri 1 Parepare.

“Kami berusaha untuk mendorong pihak sekolah agar membenruk BKK di semua SMK,”katanya.

Pembentukan BKK terang La Ode, adalah amanah Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor 39 tahun 2016 tentang Penempatan Tenaga.

Tugasnya adalah memberikan pelayanan dan informasi lowongan kerja, penyaluran dan penempatan tenaga kerja serta membangun mitra dengan pihak ketiga.

“BKK berguna membantu alumni Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Perguruan Tinggi dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) mencari pekerjaan dan menjembatani dunia usaha dalam merekrut tenaga kerja, sekaligus tolok ukur keberhasilan sekolah dalam menyiapkan tenaga terampil yang dibutuhkan pasar kerja,”jelasnya.

Terkait hal ini kata La Ode, telah ada Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Tenaga Kerja, Menteri Pendidikan Nasional, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi tahun 2016 yang bersepakat mempercepat pembentukan BKK di semua sekolah kejuruan.

Sementara Darwis, Pembina BKK SMK Negeri 1 mengungkapkan, melalui BKK yang dibentuk pihaknya bersama BKK SMK Negeri 2 sudah melakukan kontrak kerjasama dengan Astra Honda.

Hanya saja, tambahnya, secara umum mereka belum bisa mencapai target jumlah penempatan karena antara kebutuhan skill perusahaan dengan kompetensi alumni belum sepenuhnya sejalan.

“Kami targetkan 70 persen alumni kami terserap di dunia kerja, namun hingga saat ini belum bisa mencapai angka tersebut. Ini yang jadi kendala kami selama ini,”tutupnya. (Rls)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com