Tersisa Sebulan, Progres Pekerjaan Proyek Milliaran Rupiah Baru 50 Persen

PAREPARE, TIME BERITA.COM — Pekerjaan proyek Trotoar di dua titik berbeda senilai milliaran rupiah baru berjalan sekira 50 persen. Hal itu dikatakan Hidayasni PPK Proyek Trotoar yang ditemui ruang kerjanya, Rabu (11/11/2020).

Dua paket pekerjaan pembangunan trotoar itu dilaksanakan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kota Parepare. Menggunakan anggaran pokok Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2020 sebesar 1,5 milliar.

“Dua Paket pekerjaan Trotoar itu terletak di Jalan Ganggawa dan Jalan Bau Massepe. Untuk di Jalan Gangawa sepanjang 300 meter
sementara di Jalan Bau Massepe sepanjang 650 meter,”urainya.

Masa kerja dua paket ini berbeda, karena beda volume pekerjaan. Untuk di Jalan Gangawa hanya sekira 80 hari kerja sementara di Jalan bau Massepe itu selama 90 hari kerja.

“Yang di Jalan Gangawa itu dikerja mulai awal Oktober, sementara di Jalan Bau Massepe itu di kerja pada ahkir September lalu,”katanya.

Dia menyebutkan, untuk persentase pekerjaan Trotoar baru berkisar 50 persen penyelesaian.

“Kami sering turun melakukan peninjauan progres pekerjaan. Kami tidak menemukan adanya kesalahan dalam pekerjaan, semua sesuai dengan Rencana Anggaran Belanja (RAB)-nya,”akuhnya.

Sementara, Hasan Pelaksana Lapangan CV Pallawa Tallung Ura mengaku, jika pekerjaan trotoar di Jalan Bau Massepe kurang lebih
670 meter.

“Kalau panjangnya kurang lebih 670 meter, anggarannya sekira Rp 980 Juta,”singkatnya saat di temui di lokasi pekerjaannya di Jalan Bau Massepe.

Sementara pekerja di Jalan Ganggawa tidak dapat ditemui, karena tidak ada kegiatan pekerjaan di lokasi pekerjaannya.

Secara terpisah Kepala Badan Keuangan Sekertariat Daerah Kota (Setdako) Parepare Djamaluddin Acmad yang ditemui diruangannya.

Ditanya mengenai, Pekerjaan anggaran pokok yang terkesan terlambat? mangatakan, itulah yang menjadi persoalan. Namun
selama pihak rekanan menyelesaikan pekerjaannya tepat waktu, itu tidak jadi masalah.

Menurutnya, Sesuai aturannya, seharusnya sebelum ketuk palu sudah bisa dilelang, yang penting rencana anggaran itu sudah jelas dan sudah dibahas di DPRD.

“Apalagi jika memang terlambat, atau tidak selesai tepat waktu, kan didenda dan ada perpanjangan waktu sampai 50 hari dan
diperpanjang lagi jika belum selesai, bayangkan saja kalau didenda seper 1000 per hari,”tutupnya. (Cr)

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com