PAREPARE, timeberita.com – Mimpi buruk bagi pasangan Rasul-Dirman menjadi kenyataan. Dalam laga krusial Minggu malam (6/9/2026) di Lapangan Tenis Jati Diri Parepare, ambisi mereka untuk melaju ke babak selanjutnya harus kandas di tangan Ari-Iccank.
Meski pertandingan belum selesai sepenuhnya (skor sementara 5-2 atau hasil akhir yang menguntungkan Ari-Iccank), kekalahan ini sudah cukup untuk mematahkan semangat Rasul-Dirman. Dengan catatan dua kali menang dan dua kali kalah, perjalanan Rasul-Dirman di Pool C resmi berakhir. Mereka kini hanya bisa pasrah menunggu “keajaiban” berupa perhitungan poin rumit dari sisa pertandingan lainnya.

Ari-Iccank: Masih Hidup, Peluang Masih Terbuka
Sebaliknya, Ari-Iccank tampil sebagai penyelamat harapan mereka sendiri. Dengan kemenangan ini, rekor mereka kini seimbang: satu kalah, satu menang. Yang lebih penting, mereka masih memiliki dua laga sisa yang sangat menentukan melawan Ati-Andi Illunk dan Achmad-Erwin.
Jika Ari-Iccank mampu memenangkan kedua laga tersebut, tiket menuju perempat final hampir pasti berada di genggaman mereka. Momentum psikologis setelah mengalahkan Rasul-Dirman menjadi modal besar bagi mereka.
Klasemen Pool C: Persaingan Empat Kuda Hitam
Hingga saat ini, persaingan di Pool C semakin tidak terprediksi. Berikut adalah peta kekuatan terbaru:
Anto-A. Ahmad: (2 Menang, 1 Kalah). Sisa 1 laga melawan Ati-Andi Illunk. Masih menjadi favorit utama juara pool.
Ari-Iccank: (1 Menang, 1 Kalah). Sisa 2 laga. Peluang runner-up sangat terbuka jika konsisten.
Achmad-Erwin: (1 Menang, 1 Kalah). Sisa 2 laga. Harus menang mutlak untuk mengejar Ari-Iccank.
Rasul-Dirman: (2 Menang, 2 Kalah). ELIMINASI. Menunggu hasil akhir klasemen.
Ati-Andi Illunk: Masih memiliki peran kunci sebagai “penentu” dalam sisa laga mereka.
Drama Penentuan: Siapa yang Akan Lolos?
Malam ini, semua mata tertuju pada sisa pertandingan. Anto-A. Ahmad harus memastikan kemenangannya atas Ati-Andi Illunk untuk mengunci posisi juara. Sementara itu, duel antara Ari-Iccank vs Achmad-Erwin nanti akan menjadi laga “hidup atau mati” untuk memperebutkan posisi kedua.
Akankah Ari-Iccank melanjutkan tren positifnya? Ataukah Achmad-Erwin akan bangkit dan merebut tiket terakhir? Pool C membuktikan bahwa dalam tenis, tidak ada yang mustahil hingga bola terakhir dipukul! (***)