KPK Terus Melakukan Pengembangan Terkait Penangkapan Bupati Bogor

JAKARTA, timeberita.com — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan pengembangan terkait penangkapan Bupati Bogor. Hal itu disampaikan Ketua KPK Firli Bahuri pada konferensi pers di Gedung KPK, Kamis (28/04/2022).

Firli mejelaskan, kronologi penangkapan terhadap Bupati Bogor Ade Yasin berserta 11 orang lainnya di dua daerah yakni, Bogor dan Bandung.

Ade Yasin diamankan dikediamannya berselang satu hari sejak diamankan pejabat BPK sebagai penerima suap.

Menurut Firli, ada 12 orang yang diamankan KPK beserta barang bukti uang sebesar Rp1,24 Milliar.

Firli mengurai kronologis suap yang terjadi yakni, Bupati Bogor Ade Yasin menyerahkan uang kepada BPK dengan harapan untuk mendapatkan predikat wajar tanpa pengecualian (WTP) pada pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Bogor tahun 2021.

Hal itu dilakukan karena adanya pelaksanaan proyek pada Dinas PUPR yang tidak sesuai dengan Juknis (berimplikasi pada pengelolaan keuangan) sehingga Bupati Bogor melalui orang kepercayaannya menyerahkan sejumlah uang kepada BPK secara bertahap selama proses pemeriksaan berjalan sejak Januari hingga April 2022.

“Tangkap tangan ini dilakukan sesuai laporan dari masyarakat dan tim langsung melakukan penyelidikan dan datang di Salasatu Hotel di Bogor,” Jelasnya.

Lebih lanjut, Firli mengatakan pihaknya membagi tugas untuk melakukan penyelidikan terkait temuan tersebut.

“Tim bagi tugas, ada yang ke Bandung dan lainnya tinggal di Bogor untuk mencari dan mengumpulkan bukti,”urainya.

Dia menambahkan, Atas kasus ini, pihaknya akan terus melakukan pengembangan.

Termasuk penyeledikan proyek pada Dinas PUPR yang bermasalah.

“Para pelaku akan ditahan selama 20 hari kedepan terhitung sejak Rabu 27 April 2022. Mereka ditahan secara terpisah,” tutupnya.(*)

 

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com