PAREPARE, 7 Juni 2026 – Sebanyak 737 santri menggenapi perjalanan mereka dalam menghafal dan mendalami Al-Qur’an pada Wisuda Santri ke-XXVII se-Kota Parepare. Acara khidmat yang digelar di Auditorium IAIN Parepare ini berlangsung penuh makna, dihadiri oleh jajaran pimpinan daerah, tokoh agama, para pendidik, serta keluarga wisudawan.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Ketua DPW BKPRMI Provinsi Sulawesi Selatan, Asri Said; Walikota Parepare, H. Tasmin Hamid, SE.MH; perwakilan Kementerian Agama, Kementerian Haji dan Umroh; DPD dan Dirda BKPRMI Parepare; Wakil Rektor II IAIN Parepare; Ketua BAZNAS; serta para kepala unit TKA/TPA dan para ustadz/ustadzah se-Kota Parepare.
Pesan Inspiratif dari Para Pembina
Sambutan pertama disampaikan oleh Dirda LPPTKA BKPRMI Parepare, Muhammad Jawwad. Dengan penuh harap, ia mengajak para orang tua dan pendidik untuk terus meningkatkan kualitas mengaji anak-anak. “Semoga ke depannya, generasi kita semakin baik bacaannya. Dan saya mohon, santri yang telah lulus jangan menjadikan Al-Qur’an hanya pajangan di lemari, perbanyaklah membacanya,” ujarnya.
Ketua BKPRMI Kota Parepare, Hasanuddin, dalam sambutannya menyoroti ketulusan para guru mengaji. “Guru-guru kita mengajar dengan ikhlas. Semoga Allah membalas kebaikan mereka di akhirat. Tak lupa, peran orang tua sangat besar dalam mendukung anak-anaknya untuk terus mengaji,” tuturnya.
Sementara itu, Asri Said dari DPW BKPRMI Sulawesi Selatan memberi semangat luar biasa bagi para pendidik. “Teruslah mengajar demi melahirkan generasi yang Qur’ani. Masukkan anak-anak kita ke TKA/TPA, tidak perlu ke barak militer, agar kita bisa bersama-sama menekan angka kriminalitas yang kini semakin marak,” pesannya dengan tegas.

Walikota: Jangan Hanya Bangga Wisuda, Tapi Juga Istikamah
Sambutan sekaligus pembukaan wisuda secara resmi dilakukan oleh Walikota Parepare, H. Tasmin Hamid, SE.MH. Beliau menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh guru mengaji dan pengurus BKPRMI yang tak kenal lelah mendidik generasi muda.

“Namun, saya prihatin—setelah wisuda, banyak anak yang lupa bacaannya karena tidak lagi datang mengaji. Ini yang harus kita perbaiki bersama. Jadikan wisuda bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan mencintai Al-Qur’an,” ungkapnya. Beliau juga menegaskan komitmennya untuk selalu menghadiri acara-acara keagamaan sebagai bentuk dukungan moril bagi dunia pendidikan Al-Qur’an.
Melahirkan Prestasi dan Memberantas Buta Al-Qur’an
Wisuda tahun ini tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, tetapi juga momentum pemberantasan buta baca Al-Qur’an di Kota Parepare. Dari total 737 wisudawan, terpilih 12 santri terbaik se-kota—masing-masing tiga orang dari setiap kecamatan—yang dinobatkan sebagai santri berprestasi.
Acara ditutup dengan doa bersama, harapan besar mengiringi langkah para santri untuk tetap istikamah membaca, menghafal, dan mengamalkan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari. (**/shr)