Penetapan Tersangka Dinilai Prematur

PAREPARE, TIME BERITA.COM — Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) Bernomor : SPDP/83/VII/Res 1.6/2020/ Reskrim Polres Parepare yang ditandatangani Kasat Reskrim Polres Parepare Iptu Asian Sihombing tertanggal 17 Juli 2020 dinilai terlalu prematur. Hal itu disampaikan Makmur Raona Kuasa Hukum La Rapi, Jumat (17/07/2020)

Dia mengatakan, Dengan adanya surat itu kalien kami sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Penyidik terlalu prematur. karena kami duga keras persoalan ini justru terbalik. penyidik harusnya lebih profesional untuk turun mencari fakta dilapangan,”katanya.

Menurutnya, Jika seseorang di tetapkan tersangka pihak penyidik butuh dua alat bukti.

“Ini belum ada pemeriksaan saksi. Klien kami sudah ditetapkan tersangka. jangan dikemudian akan didatangkan saksi abal-abal,”katanya.

Pihaknya, Meminta kepada Direktur Propam POLRI dan Polda Sulsel untuk turun melakukan pemeriksaan terhadap penyidik Polres Parepare.

“Kami meminta kepada Direktur Propam Polri dan Polda Sulsel untuk memeriksa klien kami,”katanya.

Dia menambahkan, Sementara laporan Ansar Bernomor ; LP/272/VII/TUK 7. 1. 3/2020/POLDA SULSEL/RES PAREPARE, belum ada perkembangan.

“Senin kami juga akan laporkan tindak pidana pemberi keterangan palsu. Sekaligus mempertantakan perkembangan laporan klien kami,”katanya.

Kasus ini ada kekeliruan, atas tudingan pelapor menyebut klien kami sebagai preman.

Justru klien kami tidak menerima dituding sebagai preman. Bahkan ada kelompok lain yang berprilaku preman.

“Makanya kami akan laporkan Muslimin atas tindakannya yang diduga melamggr pasal 220 dan pasal 317 KUHP,”katanya.

Untuk laporan Ansar, pihaknya siap menurunkan saksi 10 hingga 20 orang.(tim)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com