Oknum Pegawai Pajak Ancam Wartawan Dan Ketua LSM

PAREPARE, timeberita.com — Oknum pegawai Kantor Pajak Pratama Kota Parepare mengamcan Wartawan dan Ketua LSM. Hal itu berawal saat salasatu wartawan menulis berita terkait pelayanan Kantor Pajak Pratama Kota Parepare yang dikeluhkan warga, Minggu (12/09/2021).

Ancaman itu melalui pesan singkat yang dikirim ke nomor hp ketua LSM yang memberikan komentar dalam pemberitaan tersebut.

Pesan itu yang merupakan pesan ke dua sejak diterbitkan berita terkait pelayanan kantornya.

Sebelumnya, pihaknya meminta untuk dilakukan klarifikasi atas pemberitaan tersebut.

Sehingga, dibuatlah janji untuk ketemu untuk dibuatkan klatifikasi.

Namun, setelah dilakukan janji ketemu sesuai dengan waktu dan tempat, pihaknya menolak dan tidak bisa memberikan keterangan melalui telepon.

Pihaknya meminta kepada penulis dan ketua LSM untuk datang ke kantornya memberikan klarifikasi.

Namun, karena adanya tugas mendadak, maka penulis tidak berkesempatan untuk memenuhi panggilan tersebut.

Sehingga menyusullah pesan singkat ke dua yang diduga kuat mengandung unsur pengancaman.

“kami klarifikasi lengkap sesuai data pada berita dan tamu ( sesuai data detail termasuk pantauan cctv)

Bapak Sudarmono
Penulis

Bapak Nuzul Qadriy
Direktur LSM IKRA Kota Parepare

Bapak Samiruddin
Wajib Pajak mendapatkan layanan ( berdasarkan data penerima layanan dan pemantauan cctv)

silahkan di koordinasikan pak

karena atas ketiga nama bapak- bapak tersebut terdapat pada susunan kepengurusan time berita

kami masi menunggu klarifikasinya karenaakan terdapat tindak lanjut atas pemberitaan ini

Terima Kasih Pak Nuzul” tulis fika melalui pesan singkatnya yang dikirim kepada ketua LSM.

Ketua LSM Ikra Kota Parepare Nuzul mengatakan, jika pesan ini sudah nada ancaman yang terdapat pada pragraf terakhir.

“kami masi menunggu klarifikasinya karenaakan terdapat tindak lanjut atas pemberitaan ini”.

“Kata ini sangat keliru dan memuat ancaman,”katanya.

Menurutnya, kekliruan pegawai Kantor Pajak, karena meminta wartawan untuk klarifikasi pemberitaannya.

“Seakan-akan wartawan yang salah. Seorang wartawan itu menulis apa yang dilihat, dirasa dan diketahui. Artinya kejadian pada hari itu nyata adanya dan seperti itulah kejadiannya dan itu ada buktinya,”jelasnya.(*)

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com

Tinggalkan Balasan