* Renungan Ramadhan bagian (4)
Oleh: M.Shodiq Asli Umar
Di dalam kitab Hilyatul Auliya wa thabaqatul asyfya ( Perhiasan Para Wali dan tingkatan orang-orang suci ) ditulis oleh Imam Abu Nuaim Al-Ashfahani dikisahkan seorang waliyullah bertemu dengan rombongan wabah atau nama lainnya virus, si wali bertanya kamu mau ke mana, si wabah menjawab kami mau masuk Kota Damaskus, si wali bertanya untuk apa ? Si wabah menjawab kami mau menguji penduduk Damaskus atas perintah Allah selama 2 tahun, si wali bertanya berapa korbannya 1.000 orang.
Ketika si wabah kembali dari Damaskus bertemu kembali si wali tersebut, si wali bertanya gimana kabarnya kami mau kembali, si wali bertanya berapa korbannya di sana si wabah menjawab lebih 50.000 orang. Si Wali kaget ko melebihi target dari 1.000 orang, si wabah menjawab bahwa mereka lebih banyak meninggal bukan karena kami . Mereka meninggal karena rasa ketakutannya melihat orang sakit dan meninggal terlalu tinggi kata si wabah kepada si wali.
Dari sepenggal cerita tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa penduduk Kota Damaskus banyak meninggal bukan karena virus atau wabah penyakit tapi Penduduk Kota Damaskus ketakutannya terhadap wabah yang sementara mewabah terlalu berlebihan.
Dalam suasana dunia diserang covid 19 terutama Indonesia dibutuhkan ketenangan dan kesabran jangan sampai orang meninggal bukan karena virus corona tetapi rasa takutnya terlalu berlebihan menghadapi virus corona.
Di samping imun dibutuhkan meningkatkan ketahanan tubuh dari serangan penyakit tapi juga dibutuhkan ketahanan jiwa. Sesehat apa pun tubuh kita kalau jiwa kropos akan menggorogoti ketahanan tubuh. Banyak orang yang kita lihat dari fisiknya kelihatann sehat namun jiwanya lemah sehingga mudah diserang penyakit.
Ikhtiar dan doa harus seiring karena doa merupakan kekuatan tak terlihat ( invisible hand ) namun dahsyat. Kalau kita sudah berusaha dan bekerja keras disertai dengan doa kemudian kita berserah diri kepada Allah.
الوهم نصف الداء والاطمنان نصف الدواء والصبر بداية الشفاء
( Alwahmu nishfuda wallithminanu nishfuddawa washshabru bidayatusysyifa )
( AL-MUQADDIMAH – IBNU SINA )
Kekhawatiran sebagian dari penyakit, ketenangan sebagian dan kesabaran awal dari kesembuhan. (**)