Kejagung Berhasil Pulangkan Adelin Lis

JAKARTA, timeberita.com — Kejaksaan Republik Indonesia (RI) berhasil memulangkan dan menjemput Buron Adelin Lis di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang Banten yang merupakan terpidana korupsi dan pidana kehutanan di Medan, Sumatera Utara, Sabtu (19/06/2021).
Jaksa Agung RI ST Burhanuddin didampingi Jaksa Agung Muda Pidana Khusus dan Jaksa Agung Muda Intelijen mengatakan, pemulangan Adelin Lis merupakan berkat kerja sama, soliditas dan sinergi berbagai pihak yang berkontribusi, baik di lingkup Pemerintah Indonesia, maupun Pemerintah Singapura.

“Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Singapura dan Menteri Luar Negeri, Menteri Hukum dan HAM RI Kepala Kepolisian RI dan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara yang telah membantu keberhasilan Kejagung dalam repatriasi buronan,”ucapnya.

Sementara, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak, SH. MH menyebutkan, sejumlah kasus yang melibatkan Adelin Lis, seperti penebangan secara ilegal di Kabupaten Mandailing Natal pada tahun 2000 hingga 2005 yang menyebabkan kerusakan lingkungan.

“Dari perbuatannya, Adelin Lis telah memperkaya PT. KNDI atau diri sendiri yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 119.8 Milliar dan US$2.9 Juta,”katanya.
Adelin Lis divonis bersalah karena melanggar Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 21 Tahun 2001 tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman seumur hidup serta Undang-Undang RI Nomor 41 Tahun 1999 yang telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2004 tentang Kehutanan.

Dia menambahkan, Proses pemulangan Adelin Lis dari Singapure ke Indonesia berawal KBRI Singapura menerima surat dari Immigration and Checkpoint Authority (ICA) Singapura pada tanggal 4 Maret 2021 lalu.

Surat dari ICA tersebut pada intinya berisikan permintaan verifikasi atas identitas sebenarnya dari Adelin Lis dan apakah passport Nomor B 7348735 atas nama Hendro Leonardi secara sah diterbitkan oleh pihak berwenang di Indonesia.

ICA mendeteksi dan melakukan penangkapan terhadap yang bersangkutan di Bandara Changi tanggal 28 Mei 2018 lalu.

Setelah itu, Kepala Perwakilan RI di Singapura kemudian menyampaikan brafax kepada Jaksa Agung RI Nomor: R-00057/Singapura/210305, tanggal Maret 2021, perihal proses hukum WNI atas nama Hendro Leonardi atas Dakwaan Pemalsuan Identitas atas nama Adelin Lis.
Pihak ICA Singapura menyatakan telah menahan Hendro Leonardi dengan tuduhan menggunakan data yang sama pada WNI atas nama Adelin Lis dan data identifikasinya juga tercantum dalam system keimigrasian Singapura.

Dan selanjutnya, 8 Maret 2021, Atase POLRI berkoordinasi dengan Mabes POLRI dan POLDA Sumatera Utara diketahui, Adelin Lis merupakan WNI dan merupakan DPO Penyidik Polda Sumatera Utara No. Pol: DPO/115/XII/2006/Dit Reskrim Polda Sumatera Utara tanggal 29 Desember 2006.

Disebutkan, Bahwa benar Adelin Lis merupakan DPO dengan Surat Perintah Penangkapan No. Pol: SP/Kap/01/2007/Dit. Reskrim Polda Sumatera Utara tanggal 7 Januari 2007.

Dan Adelin Lis merupakan buronan yang masuk ke dalam Red Notice Interpol No. A-2671/1-12007, tanggal 19 November 2007 dan belum daluwarsa.

Selanjutnya, Atase Kejaksaan pada KBRI Singapura juga melakukan koordinasi dengan Biro Hukum dan Hubungan Luar Negeri Kejaksaan Agung dan diperoleh informasi bahwa Hendro Leonardi merupakan buronan Kejaksaan RI berdasarkan Putusan Mahkamah Agung dengan Nomor Putusan 68 K/PID.SUS/2008, tanggal 31 Juli 2008. Hendro Leonardi alias Adelin Lis juga merupakan subyek Red Notice Interpol No. A-2671/1-12007, tanggal 19 November 2007 dan belum daluwarsa.

Sejak 15 Maret 2021, dilaksanakan proses hukum lanjutan terhadap Hendro Leonardi alias Adelin Lis, bertempat di State Court Singapura.

Pada sidang tersebut, DPP Penuntut Umum meminta penundaan sidang ke tanggal 27 April 2021 karena meminta waktu untuk mempelajari surat dari KBRI Singapura kepada ICA.

Sidang lanjutan 27 April 2021, Hendro Leonardi alias Adelin Lis mengaku bersalah atas dakwaan pelanggaran keimigrasian yang diajukan oleh DPP Penuntut Umum.
Dan Hakim menerima pengakuan bersalah tersebut dan menjadwalkan pemidanaan, tanggal 9 Juni 2021.

Selanjutnya, Duta Besar Republik Indonesia telah menyampaikan surat kepada Jaksa Agung RI tanggal 4 Juni 2021, Perihal Kasus WNI Hendro Leonardi, yang menyampaikan, KBRI menyarankan untuk melakukan dua skenario penjemputan yaitu penjemputan dengan menyewa pesawat carter dari Indonesia dan dibawa dengan pesawat komersial Garuda Indonesia melaui mekanisme Transit atau connect@Changi.

Hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi proses Repatriasi Hendro Leonardi alias Adelin Lis.

“Dari dua opsi tersebut, KBRI merekomendasikan untuk melakukan penjemputan dengan menggunakan pesawat Carter,”katanya.

Menurutnya, Sejak 16 Juni 2021, telah melakukan beberapa tindakan, seperti, KBRI Singapura sudah melakukan koordinasi dengan Jaksa Agung Singapura untuk menyampaikan keinginan Jaksa Agung RI.

Biodata tentang kejahatan yang dilakukan Adelin Lis sudah disampaikan ke Kejaksaan Agung Singapura.
Namun pihak Kementerian Luar Negeri Singapura tidak memberikan izin untuk penjemputan secara langsung.
“Itu sesuai dengan aturan hukum Singapura, Adelin Lis hanya akan dideportasi dengan menggunakan pesawat komersial,”katanya.

Tapi, Dengan upaya yang optimal dan berkat kerjasama, soliditas dan sinergitas dengan berbagai pihak baik di Indonesia dan di Singapura termasuk Pemerintah Singapura.

“Hari ini sekira pukul 17.40 WIB (18.40 SIN) Adelin Lis masuk ke dalam pesawat Garuda Indonesia GA 837 menuju Indonesia dan Adelin Lis dibawa ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Salemba Cabang Kejaksaan Agung,”tutupnya.(*)

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com