Rahmawati K
ENREKANG, TIME BERITA, — Tangan ini terus memaksaku mnggoreskan catatan di sebuah kendaraan roda empat sembari mendengar alunan lagu daerah.Jumat 26 april 2019.
Hingga Jumat 26 April 2019 pukul 12.00 siang tercatat 230 KPPS yang wafat dan 1.671 KPPS yang jatuh sakit berdasarkan ulasan sejumlah media. Jumlah ini diluar dari petugas jajaran pengawas pemilu.
Termasuk pihak pengamanan dan pihak terkait lainnya. Ini membuktikan jika mengolah pemilu bukan hal yang biasa saja, namun beban, tanggungjawab sangat berat ketika mengambil bagian dari proses demokrasi.Begitu beratnya beban itu hingga pengorbanannya pun terpaksa kehilangan nyawa.
Ini bukan hanya soal waktu istirahat yang kurang, namun terpenting beban kerja yang sangat berat di pundak para pemegang amanah memproses pencarian pemimpin politik mulai pusat hingga daerah.
Penyelenggara pemilu tidak hanya di tuntut bekerja teknis, namun juga dituntut melaksanakan proses yang berkualitas.
Bahkan dari proses, hasilnya pun dituntut melahirkan pemimpin politik yang berintegritas. Sehingga tak heran jika penyelenggara pemilu memiliki segudang beban berat yang tak lagi mampu diuraikan satu persatu.
Tidak hanya sampai disitu saja beban yang harus ditanggung para pejuang teknis demokrasi. Namun juga intervensi tak kalah beratnya menghantuinya.Apalagi jika yang melakukannya oknum pemegang peran besar dimasing-masing tingkatan wilayah.
Maka beban kerja yang berat pun tak dapat dibendungnya. Termasuk intervensi dari oknum calon yang tidak berintegritas baik langsung maupun lewat perpanjangan tangan yang menginginkan perolehan suara maksimal dengan cara menyalahgunakan kewenanganya.Tapi semua ini akan dilalui tanpa beban jika tanggungjawab dilakukan sesuai sumpah janji.
Tetap berjalan dalam bingkaian prinsip dasar independen. Tidak tunduk pada intervensi sekalipun menghadapi resiko yang berat akan kehilangan “zona nyaman”, tidak mencari aman.
Karena tetap diyakini jika sang kuasa pemberi segalanya dan takkan pernah menutup mataNya bagi hambaNya yang bekerja dengan benar.
Apalagi jika tanggungjawab dilalui dengan ikhlas tanpa menyalahgunakan kewenangan lewat kekuatan segudang janji-janji dan suap sekalipun harus menerima ancaman. Maka seberat apapum beban kerja dapat juga terlewati sekalipun nyawa harus melayang.
Karena pengorbanan itu tidak sia-sia demi melahirkan pemimpin politik pengurus rakyat yang berintegritas. Allah pemilik segalanya lebih mencintainya. Semoga pengorbanan pejuang demokrasi diterima di sisiNya dan mendapat bayaran di surgaNya. Amin.
Dan semoga pejuang demokrasi lainnya tetap diberikan kekuatan, semangat dan komitmen yang tinggi untuk melanjutkan beban amanah yang telah ditinggalkan. Amin. Sekali lagi ungkapan duka mendalam untukmu pejuang demokrasi yang berintegritas.
Semoga keluarga yang ditinggal tetap diberi kekuatan, ketabahan dan mengikhlaskan kepergianmu atas perjuangan untuk bangsa. Amin. (*)