Demi Mempererat Silaturahmi, PN Parepare Utamakan Mediasi


PAREPARE, timeberita.com – Ketua Pengadilan Negeri (PN) Parepare, Khusnul Khatimah didampingi wakil ketua PN Parepare, Nurhuda, yang dihadiri pihak kejaksaan dan pihak Posbakum PN Parepare,  diruang mediasi PN Parepare. Kamis (22/7/2021).

Khusnul mengatakan bahwa pentingnya mediasi dilakukan sebelum materi perkara dilanjutkan dipersidangan. Tetapi diutamakan sengketa kedua belah pihak diselesaikan jalur mediasi dari pada persidangan.

“Ini yang perlu dilakukan agar mediasi lebih diutamakan dari pada lanjut dipersidangan karena menyelesaikan di mediasi berarti hubungan silaturahmi tidak putus beda kalau lanjut dalam persidangan pasti ada kalah dan menang,”jelasnya saat membuka kegiatan sosialisasi mediasi.

Lanjutnya  mediasi dilakukan di PN Parepare merupakan salah satu cara mengurangi penumpukan perkara sebagaimana  instruksi Mahmakamh Agung (MA), baik banding sampai kasasi bahkan sampai PK.

Sehingga kami dari pihak PN Parepare mengundang dari pihak Pos Bantuan Hukum (Posbakum) PN Parepare dan pihak kejaksaan negeri Parepare selaku pengacara negara untuk membahas tentang mediasi sesuai diatur perma no 1 tahun 2016 tentang mediasi.

Selanjutnya kegiatan ini dipandu oleh Muhammad Arif Billah Lutffi untuk mendengar pentingnya mediasi bagi perkara perdata yang lagi bersengketa kedua belah pihak.

Sementara Lutffi menjelaskan soal pentingnya mediasi secara non litigasi sebelum masuk dalam persidangan. Kenapa demikian, karena sesuai pasal  1 angka 1 perma no 1 tahun 2016 tentang prosedur mediasi di pengadilan menyebutkan mediasi adalah cara penyelesaian sengketa Melalui proses perundingan untuk memperoleh kesepakatan para pihak dengan dibantu oleh mediator.

“ jadi tidak semestinya orang dalam di PN Parepare menjadi mediator bisa saja orang luar dari PN menjadi mediator sebagai mana diatur perma tersebut.”jelas seorang hakim ini.

Menurut Lutffi bahwa Pengadilan adalah gerbang terakhir dalam proses sengketa kedua belah pihak sehingga lebih diutamakan mediasi ini dilakukan untuk kesepakatan kedua belah pihak yang bersengketa.

“perlu diketahui bahwa Presentase mediasi berhasil hanya mencapai 1-2 persen sehingga diutamakan peran serta dari pihak penasehat hukum kedua belaha pihak yang bersengketa dalam menyelesaikan masalah secara non litigasi atau sampai ke tahap mediasi saja,”jelasnya.

Ditempat yang sama, Rahmat Kasi Datun kejaksaan Negeri Parepare yang mewakili Kepala Kejaksaan Negeri Parepare mengatakan bahwa kejaksaan adalah pengacara Negara, selama ini memang diutamakan diselesaikan sengketa perdata melalui mediasi dari pada masuk dalam persidangan.

“Itujuga kami lakukan, karena mediasi merupakan solusi terbaik dalam menyelesaikan perkara dari kedua belah pihak yang bersengketa,”jelasnya.

Hal senada diungkapkan Muh. H. Y. Rendi selaku ketua Posbakum PN Parepare yang juga merupakan ketua PERADRI Wilayah Sulsel, mengatakan, mediasi sangat penting demi menjaga silaturahmi karena hubungan antara keluarga seperti kasus perceraian, masalah hak asuh anak, dan harta gono gini,”jika diselesaikan jalur mediasi maka selaku pengacara sangat legah karena masalah bisa selesai tanpa mnemutuskan tali silaturahim kedua berperkara tersebut,”tuturnya singkat. (smr)

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com