Bumi Tak Mampu Lagi Menahan Beban

Catatan Redaksi TIME BERITA

[lock][/lock]Hari Bumi adalah hari pengamatan tentang bumi yang dicanangkan setiap tahun pada tanggal 22 April dan diperingati secara internasional.

Hari Bumi ini dicanangkan oleh Senator Amerika Serikat bernama Gaylord Nelson seorang pengajar lingkungan hidup pada tahun 1970.

Penetapan Hari Bumi tentunya mempunyai tujuan tersendiri, yakni untuk meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap Bumi.Dikutip dari Wikipedia dan berbagai sumber.

Saat ini perubahan wajah Bumi sudah sangat berbeda dengan wajah Bumi dari sebelumnya,Perlahan tapi pasti, lempeng tektonik bumi terus bergerak untuk mencari keseimbangan yang baru.

Peregerakan inilah yang membuat wajah Bumi kita yang mengalami perubahan bentuk,dimana dalam proses peregerkan tersebut, seringkali bersamaan dengan bencana alam seperti Gempa Bumi.

Banyak hal yang mempengaruhi kejadian ini, tentunya menjadi suatu pekerjaan rumah yang sangat berat bagi kita, Bagaimana menjaga Bumi ini ?

Saat ini, yang menjadi musuh besar Bumi kita adalah Sampah platik, betapa tidak, diatas Bumi ada juta ton Sampah plastik yang menggerogoti perut Bumi dan mengupas serta mengikis sedikit demi sedikit keindahan alamnya.

Indonesia tercatat jadi pencemar sampah plastik ke lautan global kedua terbesar setelah Cina. Setiap tahun sekitar 3 juta ton sampah plastik Indonesia masuk ke lautan.

Sampah plastik ini, sangat sulit untuk terurai,dan ini butuh waktu yang cukup lama,hingga puluhan tahun.Untuk satu lembar Sampah plastik saja, itu diperkirakan 10 hingga 30 tahun baru dapat terurai. Bagaimana dengan jumlah puluhan juta Ton setiap tahunnya?

Dari data yang dihimpun,Peringkat pertama pembuangan Sampah plastik diambil negara Cina dengan jumlah sampah 8,8 Juta Ton pertahun,disusul Indonesia dengan jumlah sampah 3,2 Juta Ton. Vietnam dengan 1,8 Juta Ton. Filipina 1,8 Juta Ton.dan Sri Lanka dengan jumlah sampahnya 1,6 Juta Ton.

Jika dilihat dari jumlah sampah plastik per tahun, Sri Lanka termasuk negara di urutan terbawah dengan cuma 1,6 juta ton pertahun dari lima negara lainnya.

Bahkan, tidak main-main untuk penggunaan Sampah plastik jenis kantongan ini jumlahnya mencapai 5 triliun ton yang digunakan diatas Dunia (Bumi) ini.

Dan sebanyak 13 juta ton Sampah plastik yang menjadi polusi di lautan,yang berdampak ada sekira 100 ribu hewan di laut terbunuh setiap tahunnya,karena Sampah plastik.

Pada peringatan Hari Bumi ini,mari kita semua berkomitmen untuk turut dalam aksi peduli Bumi dengan langkah pasti memerangi sampah.

Sebelum itu,perlu kiranya kita merenungi sejenak bagaimana proses penciptaan Bumi dan Langit ini,sebagaimana Firman Allah dalam Kitab Suci Al Quran.

Allah tidak akan menanyakan masalah ghaib yang kita tidak tahu,Karena Allah ta’ala mencela bagi yang memberikan komentar tentang masalah ghaib, yang tidak memiliki bukti.

Dalam al-Quran, Allah hanya memberikan keterangan secara global dan tidak rinci detik demi detik dalam prosesnya.

Allah tegaskan dalam al-Quran,(QS. al-Kahfi: 51) yang artinya, ‘Aku tidak menghadirkan mereka untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri.

Dalam Fatawa Syabakah Islamiyah dinyatakan,Rentang 6 hari yang Allah jadikan waktu penciptaan langit dan bumi, sifatnya ghaib. Tidak ada satupun manusia yang menyaksikannya, tidak pula makhluk Allah semuanya. (Fatawa Syabakah Islamiyah, no. 190003)

Firman Allah yang lainnya, ‘Sungguh Aku telah menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya dalam 6 hari, dan Aku tidak merasa capek. (QS. Qaf: 38).

Namun,Kerusakan diatas Bumi kita saat ini sudah sangat nyata dan jelas,itu tak terlepas dari ulah manusia itu sendiri.

“Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat)[1] manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)” (QS Ar Ruum:41).

Dalam ayat yang mulia ini, Allah Ta’ala menyatakan bahwa semua kerusakan yang terjadi di muka Bumi, dalam berbagai bentuknya, penyebab utamanya adalah perbuatan buruk dan maksiat yang dilakukan manusia.

Maka ini menunjukkan bahwa perbuatan maksiat adalah inti “kerusakan” yang sebenarnya dan merupakan sumber utama kerusakan yang tampak di muka Bumi.

Bumi, Oh Bumi ku……!

Engkau, begitu anggun dalam penciptaan Mu
Keindahan kau sajikan, seakan melampau sejuta kenangan atas penciptaan Mu
Bumi yang hijau berserih, dengan jejeran pepohonan yang tersusun rapi, dengan hempasan padang
rumput, kini hancur perlahan

Sedih…….Air mata menetes hingga membasahi Mu.

Semua itu, hanya karena ulah tangan-tangan dingin yang merambah hutan Mu yang indah
Hingga menjadikan tanah lapang Mu yang indah,kini berubah menjadi tandus dan gersan

Bumi…….Oh Bumi Ku…

Keindahan Mu tiada tara,dimana semua berlaku diatas Mu
Namun,sudikah mereka untuk menjaga Mu
Usia Mu kini yang terpaut tua,tak mampu lagi menahan beban diatas Mu

Sampai Kau keluarakan isi perut Mu, Kau goncangkan badan Mu
Bahkan air keringat Mu pun kau hempas hingga membasahi seluruh tubuh Mu.
Tak cukupkah semua ini bagi mereka.(*)