* Renungan Ramadhan bagian (1)
Oleh : M.Shodiq Asli Umar
Sering kita mendengar orang yang terkena musibah selalu merasa terpukul seaka-akan tidak ada harapan lagi pada hakekatnya dibalik musibah ada hikmah yang tersimpah. Allah mengingatkan di dalam Al-Quran artinya : ” Mungkin sesuatu yang kamu benci itu lebih baik bagimu & mungkin sesuatu engkau senangi itu lebih jelek bagimu.
Ada beberapa bisa kita contohkan ketika terjadinya Pesawat Lion Air jatuh di Selat Sunda ada di antara penumpangnya ketnggalan pesawat karena terhalang macet mungkin penumpang tersebut mendongkel dalam hati saya ketinggalan pesawat kejadiam seperti ini tentu kita marah-marah, emosi tiba-tiba dapat informasi dari pesawat nomor penerbangan ini Lost Contact. Apa reaksi seorang tersebut mendengarkan i nfo ini tentu mengucapkan Alhamdulillah untung saya terhalang macet kalau tidak saya ikut jadi korban dari penumpang pesawat yang naas ini.
Contoh ada seorang pejabat tidak jadi dilantik eselon dua , kok saya tidak dilantik saya sudah berbuat maksimal dengan berbagai kemampuanku yang saya miliki. Dengan adanya covid 19 Pemerintah mengumumkan bahwa hanya eselon 3 kebawah serta, golongan 1, 2 dan 3 non jabatan yang dapat gaji 13. Mendengar berita ini pejabat tersebut mengucapkan meskipun tidak jadi dilantik eselon 2 tapi dapat gaji 13 seandainya dilantik tentu tidak dapat gaji 13.
Nabi Ibrahim AS diuji dengan tidak mendapatkan keturunan sekian tahun karena kesabarannya dia mendapatkan gelar dari Allah Khalilullah ( sahabatnya Allah ). Istrinya Sayyidah Sarah seorang bangsawan menyampaikan sama suaminya Nabi Ibrahim AS supaya beliau menikahi Sayyidah Hajar dengan harapan semoga mendapatkan keturunan.
Nabi Ibrahim menikah dengan Sayyidah Hajar dari pernikahannya mendapatkan keturunan bernama Ismail dalam Bahasa Ibrani ” ISMA” artinya Mendengar & ” IL ” artinya Tuhan. Allah mendengarkan doa Nabi Ibrahim mendapatkan keturunan. Dari Nabi Ismail menurunkan Bangsa Arab termasuk Nabi Muhammad SAW sebagai Khatamunnabiyyin.
Seandainya Nabi Ibrahim langsung mendapatkan anak dari Sayyidah Sarah maka ia tidak memiliki alasan untuk menikah lagi tapi karena keterlambatannya akhirnya menikahi Sayyidah Hajar yang melahirkan Ismail. Meskipun pada akhirnya Sayyidah Sarah mendapatkan keturunan ISHAQ dalam Bahasa Ibrani yang artinya senang ,dan bahagia. Dari ISHAQ melahirkan Bangsa Israel, Nabi Ibrahim mslahirkan 2 bangsa Arab dan Israel.
Ada kata-kata bijak ” Man Arafallaha azaalattuhmah wa qaala kulu fi’lihi himah”
Artinya barang siapa mengetahui Hakikat Allah dia tidak berburuk sangka, segala peristiwa yang terjadi pasti ada hikmahnya. (**)