* Renungan Ramadhan Bagian (3)
Oleh : M.Shodiq Asli Umar
Virus Corona tidak nampak oleh mata hanya dapat dilihat setelah menggunakan dengan mikroskop. Makhluk kecil ini menggemparkan dunia negara sehebat China di dunia perdagangan, Amerika di dunia persenjataan, Eropa di dunia persepakbolaan tertunduk di hadapan Corona.
Mantan Presiden Real Madrid Lorenzo Sanz wafat di Jemenez Diaz Foundation karena terinfeksi virus corona. Perdana Menteri Inggris Boris Johson pernah terpapar karena virus corona sekarang sudah kembali berkantor di Downing Street.
Pelajaran apa bisa dipetik dari CORONA ?
Dulu yang ditakuti memiliki awal kata ter , terbesar, terkaya, terpintar, terhebat dengan adanya CORONA mereka merayap, mereka redup, mereka tumbang. Ini cerminan besar bagi kita hal-hal kecil tidak boleh diremehkan dan dianggap sepele dapat menumbambangkan yang besar.
Rasa kepedulian muncul dulunya hanya memikirkan diri sendiri apalagi di bulan Ramadhan sangat dibutuhkan kepekaan sosial terhadap sesama. Kaum dhuafa, anak yatim piatu termasuk pedagang-pedangang kecil yang tidak memiliki Stand by loan ( Dana Siaga ) sehingga sangat terasa dampak dari corona.
Corona musuh senyap namun menakutkan semua pihak melemahkan sendi-sendi kehidupan tanpa kecuali.Ini melatih kesabaran, kesadaran dan keikhlasan berhadapan hal-hal tak disangka datangnya namun dibutuhkan kehati-hatian dan tidak gegabah dalam bertindak .
Corona menghancurkan kesombongan dan kecongkakan pada diri manusia bahwa apa yang mereka miliki pangkat, harta dan ilmu tak dapat dijadikan tameng menghadapi virus corona. Semuanya lebur laksana es mencair disergap panas teriknya mentari di siang hari.
من صبر ظفر
Barang siapa bersabar dia akan beruntung (***)