PAREPARE, TIME BERITA, — Adanya tenaga kerja bongkar muat (TKBM) yang melompat dari Kapal Motor (KM) Lambelu pihak PT Pelni Cabang Parepare angkat bicara. Pihak PT Pelni menyebutkan jika kejadian itu merupakan kenakalan TKBM itu sendiri.Hal itu dikatakan Gatot General Manajer PT PELNI yang dihubungi.Kamis (13/06/2019).
Dia menjelaskan, Sesuai prosedur kapal yang hendak bertolak atau berangkat mulai 1 jam dan 1/2 jam sebelum keberangkatan kapal, Maka dilakukan pengumuman himbauan kepada para pengantar, buruh bagasi (TKBM) yang tidak berkepentingan diatas kapal agar segara turun.
Pengumuman himbauan itu,diikuti degan sirine atau suling dengan bunyi 1 kali, 2 kali dan terakhir 3 kali.
“Mungkin pada saat tanda terakhir hingga waktu toleransi persiapan keberangkatan kapal ada buruh yang belum mendengar atau terlambat keluar,”katanya.
Menurutnya,kejadian seperti itu, semua pihak bisa saja melakukan hal yang sama.
“Jangankan buruh, pihak Pelni sendiri juga kalau tidak mengindahkan tanda itu bisa ikut terbawa kapal, Makanya dibuat pemberitahuan sampai dengan 3 kali,”ujarnya.
Dengan demikian pihaknya menghimbau kepada seluruh pihak agar tetap memperhatikan peingatan dan himbauan dari Kapal.
“Himbauan tersebut sudah merupakan prosedur. Dan lebih memperhatikan himbauan yang disampaikan operator,”imbuhnya.(*)