Tiga Pekerja Proyek Tertimpa Bangunan, Dua Diantaranya Meninggal Dunia

PAREPARE, TIME BERITA.COM — Proyek anggaran pendapatan belanja negara (APBN) bernilai ratusan juta rubuh yang menyebabkan dua orang meninggal dunia dan satu orang menjalani perawatan di Rumah Sakit karena mengalami patah tulang, Minggu (27/09/2020).

Kapolres Parepare AKBP Budi Susanto yang dihubungi menjelaskan, Sesuai laporan yang masuk, telah terjadi kecelakaan kerja yang mengakibatkan pekerja meninggal dunia.

Dia mengurai, Pada Minggu 27 September 2020 sekitar pukul 16.15 wita bertempat di Jalan Andi Akrab Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung telah terjadi kecelakaan kerja terhadap baruga bangunan gedung balai nikah dan manasik haji KUA Kecamatan Ujung.

Atas kejadian itu mengakibatkan 2 orang meninggal dunia dan 1 orang mengalami patah tangan bagian lengan kiri.

Menurutnya, sesuai keterangan saksi Alamsyah (33) Kepala Tukang mengatakan, Saat itu dia sedang duduk di depan rumah tempat tinggalnya dan mendengar suara dentuman dari arah bagunan Kantor KUA yang sementara dikerja.

Kemudian langsung bergegas menuju bangunan tersebut, saat tiba dilokasi Alamsyah melihat ke 3 anggotannya sudah tertimbun puing banguna yang runtuh, dan langsung memberikan pertolongan dibantu oleh teman-temannya.

Sementara saksi lainnya, Seha alias Aldo (27), yang melakukan pemasangan plapon dibagian belakang bangunan lalu mendengar suara dentuman keras dari arah depan bangunan kemudian bergegas menuju depan bangunan dan mendapati 3 ( tiga ) orang temannya sudah tertimpa bangunan.

“Mereka berusaha mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan,”jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya sudah memasangi Police Line (Garis Polisi) pada bangunan tersebut.

Secara terpisah Dokter RSUD Andi Makkasau Kota Parepare dr Sari membenarkan hal tersebut.

“Ada 2 orang meninggal, 1 orang meningga di Rumah Sakit dan 1 orang meninggal di TKP. 1 orang lagi patah dilengan atas tangan kirinya sementara dirawat,”singkatnya. (Cr)

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com