BARRU, TIME BERITA — Seorang mahasiswa asal Desa Madello, Kecamatan Ballusu, Kabupaten Barru terjebak di Provinsi Guanxi, Cina, Karena terkendala biaya pulang.
Muhammad Fadly bersama dua puluh temannya mengikuti proses belajar di Gualing University Of Electronic Tehcnology, diwilayah Provinsi Gianxi, Cina.
Ia terdaftar sebagai mahasiswa salah satu universitas di Surabaya sejak 2017, Tapi mendapat biasiswa bersama dua puluh temannya untuk mengikuti pembelajaran di Cina.
Muhammad Fadly saat ini hendak pulang kampung, karena sementara libur. Tapi terkendala biaya pulang. Hal itu dibenarkan Sassabe ayah Fadly saat ditemui wartawan di kediamannya, Selasa (04/02/2020).
Sassabe mengatakan, Muhammad Fadly merupakan anak kedua dari tiga bersaudara.
“Saat ini Muhammad Fadly mau pulang kampung, tapi kurang biayanya,”jelasnya.
Dia menambahkan, dirinya merasa khawatir atas kondisi anaknya.
“Apalagi, menurut Fadly, diwilayah tempat kuliahnya, setiap saat orang meninggal dunia,”akuhnya.
Dia berharap kepada pemerintah Republik Indonesia agar dapat membantu memulangkan anaknya.
“Selama ini saya masih menghungi Fadly untuk menanyakan kondisinya. Fadly mengaku tidak memiliki banyak uang untuk pulang kampung,”katanya.
Ditempat yang sama, Kapolsek Ballusu Ipda Muhammad Arif yang mendapat informasi adanya warga Ballusu yang berada di Cina langsung mengunjungi pihak keluarga di Ballusu.
“Kami dapat informasi, adanya warga kami yang berada di Cina, Maka kami memastikan informasi itu dengan mengujungi keluarganya,”singkatnya. (*)