Sidang Offline Berita Hoax Penanggulangan Wabah Penyakit Menular

JAKARTA, timeberita.com, —  Kepala Pusat Penerangan Hukum (Penkum) Kejagung RI, Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui rilisnya ke redaksi timeberita.com bahwa pada Hari ini, Jum’at 26 Maret 2021 Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum dan Kejaksaan Negeri Jakarta Timur menghadiri persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Timurdalam Perkara Pemberitaan Bohong Dan Penanggulangan Wabah Penyakit Menular atas nama Terdakwa Muhammad Hanif Alatas Bin Abdurachman Alatas terkait peristiwa tindak pidana yang terjadi di Rumah Sakit UMMI Bogor dengan agenda persidangan yang telah direncanakan yaitu pemeriksaan saksi.

Jaksa Penuntut Umum, Terdakwa, Penasihat Hukum Terdakwa dan Majelis Hakim hadir di depan persidangan pada hari Jumat tanggal 26 Maret 2021 sekira pukul 10.20 WIB Hakim Ketua Majelis membuka persidangan dengan menyatakan sidang dibuka dan terbuka untuk umum.

Penasihat Hukum Terdakwa menyampaikan hendak mengajukan eksepsi yang mana eksepsi dari penasihat hukum tersebut telah disampaikan sebelumnya oleh Tim Penasihat Hukum Terdakwa kepada Majelis Hakim secara resmi. Kemudian Tim Penasihat Hukum Terdakwa mengajukan permohonan agar agenda pemeriksaan saksi disesuaikan jadwalnya dengan perkara lainnya yaitu perkara atas nama Terdakwa Andi Tatat dan Terdakwa atas nama Habib Rizieq Sihab.

JPU menyampaikan pada persidangan sebelummya Majelis Hakim telah menyatakan bahwa Terdakwa dianggap tidak menggunakan haknya mengajukan keberatan atas surat dakwaan JPU dan Terdakwa telah melakukan aksi walkout dari ruang sidang, kemudian JPU menyampaikan bahwa saksi dalam perkara ini sudah siap dihadirkan di ruang sidang sebagaimana agenda sidang yang direncanakan.

Atas apa yang disampaikan oleh JPU tersebut, Majelis Hakim bermusyawarah lalu menyampaikan hasil musyawarah mereka bahwa Majelis Hakim akan memberikan kesempatan kepada terdakwa dan penasihat hukum terdakwa untuk mengajukan nota keberatan atas dakwaan JPU.

Selanjutnya Terdakwa menyampaikan Nota Keberatan/Eksepsi yang dibuat olehnya sendiri. Setelah Terdakwa menyampaikan eksepsinya secara pribadi, Tim Penasihat Hukum Terdakwa menyampaikan agar eksepsi dari Tim Penasihat Hukum Terdakwa dapat dianggap dibacakan.

Atas Nota Keberatan dari Terdakwa dan Tim Penasihat Hukum Terdakwa, JPU mengambil sikap akan menanggapinya secara tertulis pada kesempatan persidangan yang akan datang.

Majelis Hakim menyampaikan akan memberi kesempatan kepada JPU untuk menanggapi Nota Keberatan/Eksepsi dari Terdakwa dan Tim Penasihat Hukum Terdakwa tersebut pada persidangan yang akan diselenggarakan hari Rabu 31 Maret 2021.

Pada pukul 11:14 WIB, Majelis Hakim menutup persidangan dan akan membuka lagi persidangan pada hari Rabu 31 Maret 2021 dengan agenda tanggapan JPU atas eksepsi Terdakwa dan Tim Penasihat Hukum Terdakwa.(red)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com