Siapa Lagi Menyusul Status Tersangka Dana Dinkes 2018 ? Polisi Akui Masih Melakukan Penyidikan !

PAREPARE, timeberita.com – Penyidik Polres Parepare telah mnelakukan pemeriksaan sejumlah saksi-saski terkait kasus dugaan korupsi dana dinkes 2018.

Ada dua saksi yang diperiksa di polda Sulsel beberapa minggu lalu diantaranya pengusaha Papua Bernama H Hamzah dan mantan kasatpol PP Parepare, Muh. Ansar. Keduanya sudah dimintai keteranganya oleh penyidik Polres Parepare bersama Penyidik Polda Sulsel.

Hamza di mintai keteranganya oleh penyidik terkait uang diterima sebanyak Rp. 1,5 Miliar dari terpidana dr Muh Yamin saat itu masih kepala dinas Kesehatan dan Plt RSU Andi Makkasau dengan memakai dana Dinkes dan Ansar dugaan menerima uang sebanyak Rp. 400 juta dengan dua tahap yaitu tahap pertama Rp. 200 juta dan tahap kedua Rp. 200 juta sebagai pinjaman.

Hamza saat dikonfirmasi membenarkan dirinya diperiksa dan dimintai keteranganya oleh penyidik Polres Parepare diruang penyidik Polda Sulsel.”saya sudah dimintai keteranganya dan saya hanya dua orang,”kata Hamza.

Sementara, Kasat reskrim Polres Parepare, Iptu Setiawan di hubungi via selulernya membenarkan jika ada sejumlah saksi-saksi diperiksa terkait dana Dinkes 2017-2018.”sudah banyak diperiksa sejumlah saksi-saksi,”jelasnya singkat.

Mengenai soal tersangka, kata Setiawan, bahwa penyidik belum melangka pada penetapan tersangka, karena penyidik masih dalam proses penyidikan,”kami masih dalam penyidikan perkara ini,”jelasnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya kasus dana dinkes yang merugikan negara sebesar Rp.6,3 Miliar sudah beberapa pejabat teras diseret di mejah hijau hingga putusan inkra diantaranya, dr Muhammad Yamin mantan kadis Kesehatan dan Plt RSUD Andi Makkasau bersama stafnya, mantan BKD (Badan Keuangan daerah) pemkot Parepare, Jamaluddin dan mantan Bappeda Syarual Djafar.

Namun dalam perkara ini tidak sedikit terlibat kasus Dinkes, mereka berjamaah mengambil uang negara sehingga dirugikan senilai Rp. 6,3 Milyar dana Dinkes 2017-2018, yang diduga ada indikasi keterlibatan walikota Parepare saat itu, dan oknum anggota DPRD Parepare. (*)