Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Parepare Perpanjang PKM

PAREPARE, timeberita.com — Satgas (Satuan Tugas) penangan Covid19 Kota Parepare masih tetap memperpanjang
pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Parepare. Perpanjangan itu
berdasarkan Surat Edaran Satgas Covid-19 Parepare nomor 060/40/GT.Covid-19, tanggal 18 Mei 2021, tentang
Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Parepare. Surat Edaran
ini berlaku mulai 18 Mei 2021 sampai dengan 31 Mei 2021, Rabu (19/05/2021).

Penekanan dalam Surat Edaran itu adalah pembatasan operasional usaha mulai swalayan, ritel modern, toko, restoran,
rumah makan, kafe/warung kopi, pedagang kaki lima dan kuliner hingga pukul 23.00 Wita. Harus memperhatikan
pengunjung dan kapasitas ruangan, yakni pengunjung maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan.

Tetap menerapkan dan mematuhi protokol kesehatan secara lebih ketat, yaitu memakai masker, mencuci tangan
dengan sabun atau menggunakan handsanitizer, menjaga jarak dan menghindari kerumunan, Penggunaan masker
wajib dilakukan dengan benar menutupi hidung dan mulut.

Kegiatan live music (kafe) hanya pada hari Minggu sampai Kamis (tidak diperkenankan pada hari Jumat dan Sabtu)
dengan ketentuan mengutamakan pekerja musik lokal (berasal dari Kota Parepare), menghindari kerumunan, tamu dan
pengunjung tidak diperkenankan untuk bernyanyi dan berjoget di sekitar panggung live music.

Poin lain adalah Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Kesehatan, BPBD dan Pejabat Wilayah setempat melakukan
penguatan, pengendalian, pengawasan dan pemeriksaan serta penyekatan pada posko perbatasan yang
dikoordinasikan dengan TNI dan POLRI yang dilaksanakan dari 18 Mei 2021 sampai dengan 24 Mei 2021.

Itu terhadap masyarakat yang keluar/masuk dalam wilayah Kota Parepare dan yang akan melakukan perjalanan tertentu
harus menunjukkan dokumen administrasi perjalanan tertentu/surat izin yang dikeluarkan oleh Kepala Desa/Lurah
dengan tanda tangan basah/tanda tangan elektronik dan identitas diri pelaku perjalanan yang disertai surat keterangan
rapid test dengan hasil negatif.

“Dinas Perdagangan dan Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan melakukan upaya yang lebih intensif untuk
menjaga stabilitas harga (terutama harga bahan pangan) dan memastikan kelancaran distribusi pangan dari dan ke
lokasi penjualan/pasar,” bunyi penekanan salah satu poin Surat Edaran. (*)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com