PAREPARE – timeberita.com – Perahu mancing bertuliskan Panser milik Abd Kadir atau Jamaing tenggelam akibat di antam agin kencang dan hujan deras, sekitar pukul 15:00 Wita, lima penumpangnya selamat dari maut, Ahad (17/10/2021).
Perahu ini di nahkodai Kambo, usai mancing malam Sabtu (16/10/2021) dari spot Bakki kabupaten Barru bersama perahu milik aswar.
Perahu yang di nahkodai juragan Aswar sudah duluan pulang sekitar pukul 10:00 wita tiba dengan selamat karena cuaca masih kondisi baik sedangkan perahu merek panser yang juraganya Kambo masih tinggal mancing bersama empat temanya yakni ilyas, emmank, abo, dan enal dimana saat itu ikan lagi makan sehingga lambat pulang.
Saat pulang sekitar pukul 15:00 wita sudah berada dekat lokasi bojo atau sekitar kurang lebih 15 menit lagi tiba di pangkalan perahu nelayan atau pangkalan abu tiba-tiba diantam badai atau angin kencang disertai dengan hujan deras dan gelombang juga tinggi membuat perahu terbalik dan penumpangnya tenggelam.
Namun akhirnya, Alhamdulillah penumpangnya selamat dari maut dan tetap diposisi krunya memegang di perahu saat terbalik. Sehingga nelayan yang melintas atau melihat perahu itu terbalik segera menolong penumpangnya untuk dibawa ke pinggir laut.
Perahu milik aswar, perahu milik Abu dan perahu milik kaisar langsung ke lokasi kejadian untuk membantu menarik perahu yang terbalik itu.
“Untungnya perahu ini terbuat kayu sehingga tidak genggelam tapi semua peralatan di laut atau barang-barang pancing dan hasil pancingnya hanyut dibawa ombak,’jelas Zul selaku juragan perahu SMR Pare’z chanel.
Zul sudah curiga dan gelisa sebelumnya dimana perahu merek panser ini yang di nahkodai Kambo belum pulang mancing saat cuaca buruk sekitar pukul 15:00 wita sore. Ternyata benar dugaanya setelah adanya perahu nelayan yang memuat para penumpang perahu panser di baaah ke pangkalan perahu nelayan.
“Yang penting kita mensyukuri para penumpangnya selamat, perahunya sudah di tarik karena kondisi perahu terbalik sehingga tidak bisa ditarik ke pinggir laut karena kandas tiang atap perahu sehingga besok (senin, 18/10/2021) akan ditarik kembali karena ini sudah malam,'”jelasnya.
Sedangka kambo mengatakan bahwa tiba-tiba cuaca buruk sehingga perahu tidak bisa di kendalikan sehingga langsung terbalik akibat antaman angin kencang dan hujan deras. (Red)