WAJO, timeberita.com — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo terus mendorong penciptaan lapangan kerja dengan memberdayakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dimasa pandemi. Hal itu dikemas melalalui program cetak wirausaha baru ataupun memberdayakan wirausaha yang telah ada,Senin (11/10/2021).
Penciptaan lapangan kerja itu dilakukan sebagai langkah pemulihan ekonomi dimasa pandemi covid19 yang melanda seluruh sekotor vital.
Pemkab Wajo dalam programnya, menyerahkan bantuan kepada para pelaku UMKM yang terdampak pandemi covid19 dengan harapan tetap menjalankan usahanya.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM (Disperindagkop UKM) Wajo melalui Kepala Bidang Pemberdayaan dan Pengembangan UMKM, Andi Rahmayanti, mengatakan, Pemerintah Kabupaten Wajo telah mengucurkan anggaran sebesr Rp 500juta untuk memberdayakan pelaku UMKM melalui APBD 2021.
“Untuk bantuan sosial APBD 2021 sebesar Rp500 juta ini, kita telah salurkan kepada 226 pelaku UMKM. Bantuan UMKM ini adalah salah satu program unggulan Bapak Bupati dan Bapak Wakil Bupati,”bebernya.
Selain itu, Pemkab Wajo juga memberikan bantuan sosialas sebesar Rp125 juta untuk kelompok UMKM, Bantuan ini merupakan salah satu wujud dari program Amran Mahmud-Amran yang tertuang dalam kartu Pammase.
Untuk mendukung program ini tidak hanya mengandalkan APBD, Pemkab Wajo bersama Disperindagkop dan UKM juga tidak henti mencari dukungan ke pusat.
“Alhamdulillah, tahun ini kita juga mendapatkan dana bantuan bagi wirausaha sebanyak 16 UMKM sebesar Rp 101juta dari Kementerian Koperasi dan UKM RI,”bebernya.
Dia meneybutkan, Penerima Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) tahun sebelumnya sebanyak 5.627 UMKM yang mendapat bantuan sebesar Rp 2,4juta.
Tahun ini, BPUM yang telah ditetapkan sebagai penerima bantuan sebanyak 16.039 UMKM sebesar Rp1.200.000 per UMKM dengan total anggaran Rp19,3 miliar.
Target bantuan UMKM tahun depan yang sudah masuk dalam SIPD sebanyak 20 UMKM yang diusulkan melalui APBD. Untuk bantuan bagi wirausaha dari program Kementerian Koperasi dan UKM RI, kami menunggu juknis tahun 2022.
“Diupayakan dari 14 kecamatan yang ada di Kabupaten Wajo pelaku UMKM bisa mendapatkan bantuan tersebut,”tutupnya.(Rls)