Pemkab Enrekang Dapat Dana PEN

ENREKANG, TIME BERITA.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Enrekang mendapat dana pinjaman sebesar Rp411,5 miliar melalui Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat.

Program ini diyakini efektif meningkatkan kesejahteraan masyarakat akan mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal ini disampaikan Kepala Bappeda Enrekang, DR.Ir. Chaedar Bulu, Kamis (14/01/2021).

Dia menyebutkan, Dana PEN bukan utang konsumtif, tetapi utang produktif.

“Artinya, pembangunan jalan, jembatan, dan pelbagai sarana pakai PEN akan bermanfaat bagi masyarakat. Pendapatanpun meningkat,” jelas Chaedar.

PAD yang tinggi membuat pinjaman PEN tidak lagi jadi beban sebab mampu dibayar. Apalagi selama 8 tahun dan tanpa bunga.

“Dana PEN salahsatunya untuk infrastruktur. Artinya ada pertambahan nilai. Kemudian, mobilitas barang dan jasa semakin intens, biaya produksi dan distribusi jadi rendah,” urainya.

Sebelumnya, Pemkab Enrekang satu-satunya di Sulsel yang berhasil mendapat dana PEN dari Kementerian Keuangan. Disaat pemda lainnya juga bermohon.

Berdasarkan PMK 104 Tahun 2020, dijelaskan bahwa program PEN adalah rangkaian kegiatan untuk pemulihan perekonomian nasional. Ini merupakan bagian dari kebijakan keuangan negara yang dilaksanakan oleh Pemerintah untuk mempercepat penanganan pandemik COVID-19 dan/atau menghadapi ancaman yang membahayakan perekonomian nasional dan/atau stabilitas sistem keuangan.

“Mendapatkan dana PEN ini tidak mudah. Harus melalui verifikasi, seleksi ketat serta uji kelayakan,” tegas Chaedar.

Pemanfaatan dana PEN juga tidak boleh sembarangan. Empat lembaga yakni BPK, Kejaksaan, Polri, dan BPKP RI mengawasi penggunaannya.

Penggunaan dana PEN di Enrekang, diantaranya akan dialokasikan ke sektor infrakstruktur jalan sebanyak 69 ruas senilai Rp264 miliar, jembatan 4 titik sebesar Rp52,5 miliar dan pusat prasarana olahraga 11 titik di 11 kecamatan Rp 40 miliar.

Untuk bidang kesehatan total Rp 40 miliar terdiri dari MOT di RSUD Massenrempulu Rp 10 miliar dan RSP Belajen, Kecamatan Alla’ Rp 30 miliar.

Adapula untuk infrakstruktur pasar senilai Rp 45 miliar di tiga titik yakni Pasar Baraka, Pasar Sudu dan Pasar Sentral Enrekang.

“Semua proyek itu diwajibkan memakai tenaga kerja lokal dan material lokal. Jadi dananya tetap berputar di Enrekang,” tutupnya. (Rls)

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com