Pemerhati Lingkungan Dan KPP Sayangkan Penebangan Pohon

PAREPARE, TIME BERITA.COM — Adanya penebangan pohon di sejumlah daerah di wilayah Kota Parepare sangat disanyangkan oleh pemerhati lingkungan dan Koalisi Peduli Pare (KPP), Kamis (17/09/2020).

Amri Kalbu Pemerhati Lingkungan Kota Parepare menyebutkan penebangan pohon saat ini sudah mulai merambah hutan dan pegununangan.

Tak hanya itu, pohon di hutan lindung dan lingkungan sekolah sudah dibabat.

“Pegunungan dan hutan di wilayah kelurahan Lapadde sekitar wikayah Gudang Bulog sudah ditebang untuk dijadikan lahan perkebunan. Dan baru-baru ini di lingkungan SMP N 7 Parepare juga di babat serta di hutan Jompie,”jelasnya.

Menurutnya, Untuk pembangunan di hutan Jompie, apakah sudah tidak ada lokasi lain yang dapat di tempatkan bangunan itu.

“Bukan saya halangi pembangunan, tapi sangat disayangkan adanya penebangan pohon di hutan Jompie. Sama halnya di lingkungan SMP N 7 Parepare, kenapa harus di tebang. SMP N 7 Parepare merupakan sala satu sekolah rujukan di Kota Parepare sebagai sekolah yang rimbun,”sesalnya.

Senada dikatakan Inisiator KPP Ruslan Nawir mengatakan, jika mengacu pada Undang-undang nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

Aksi penebangan pohon itu berdampak hukum pidana.

Dia menjelaskan, Hutan dan pohon sangat berkontribusi dalam menjaga siklus air.

“Apalagi saat ini musim kemarau, sangat dibutuhkan sumber air,”katanya.

Dia menyebutkan, Pohon itu, melalui akar pohon, air diserap kemudian dialirkan ke daun, menguap lalu dilepaskan keĀ lapisan atmosfer.

“Ketika pohon ditebang, daerah tersebut akan menjadi gersang dan tidak ada lagi yang membantu tanah menyerap lebih banyak air,”katanya.

Dengan hilangnya daya serap tanah, hal tersebut akan berimbas pada musim kemarau, di mana dalam tanah tidak ada lagi cadangan air yang seharusnya bisa digunakan pada saat musim kemarau.

Hal ini disebabkan karena pohon yang bertindak sebagai tempat penyimpan cadangan air tanah tidak ada lagi sehingga ini akan berdampak pada terjadinya kekeringan yang berkepanjangan dan juga akan menyebabkan terjadinya penurunan sumber daya air.

Semakin sedikit jumlah pohon yang ada di bumi, maka itu berarti kandungan air di udara yang nantinya akan dikembalikan ke tanah dalam bentuk hujan juga sedikit.

Nantinya, itu dapat menyebabkan tanah menjadi kering sehingga sulit bagi tanaman untuk hidup.

Selain itu pohon juga berperan dalam mengurangi tingkat polusi air.

Diharapkan, Aparat penegak hukum bersama pemeeintah untuk turun melakukan pemberhentian penebangan pohon.

“Baik pohon di hutan maupun di lingkungan sekolah dan pemukiman warga,”tutupnya. (*)

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com