Pelaku Ekonomi Kreatif Bertahan Di Tengah Pandemi

JAKARTA, TIME BERITA.COM — Pandemi Covid19 saat ini berdampak pada sega lini. Dan sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menjadi salah satu sektor yang terdampak.

Untuk itu, Pemerintah melalui Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) terus berupaya membuat industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bisa bertahan melewati pandemi.

Upaya itu dilakukan mulai kampanye, pelatihan dan membuka akses antara pelaku ekonomi kreatif dengan Over-The-Top (OTT), hingga memberikan stimulus ekonomi seperti Bantuan Hibah Pariwisata dan Bantuan Insentif Pemerintah yang telah diluncurkan tahun ini.

Juru Bicara Kemenparekraf, Prabu Revolusi mengatakan, Perhatian Kemenparekraf saat ini adalah memastikan semua pelaku industri memahami protokol kesehatan.

Hingga saat vaksin sudah bisa diakses masyarakat nantinya, akan memberikan wajah baru bagi sektor Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

“Efeknya bisa berdampak kepada, hotel yang bisa kembali beroperasi, restaurant kembali hidup, bioskop juga kembali buka, dan kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) juga bisa kembali dijalankan,”ujarnya pada acara Dialog Produktif bertema ‘Industri Kreatif Melawan Hantaman Pandemi’ yang diselenggarakan Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), kemarin.

Dia menyebutkan, Skenario stimulus juga tetap kita pikirkan, di 2020 kita sudah melakukan Bantuan Insentif Pemerintah, di tahun 2021 akan ada perhatian khusus di 16 sub sektor dan sesuai kebutuhan masing-masing sub sektor.

Kondisi ini menuntut pelaku ekonomi kreatif untuk adaptif dan melakukan transformasi digital.

“Memang menurut data kami, pelaku-pelaku yang adaptif dan melakukan transformasi digital bisa bertahan sampai saat ini, namun tidak semuanya mampu seperti itu,”katanya.

Kemenparekraf pun menjalankan program inkubasi untuk pembuat film dengan memberikan insentif agar lebih memahami platform digital dan penulisan skenario yang lebih adaptif dengan kondisi pandemi.

Di saat pandemi ini, kehadiran Pemerintah sangat dibutuhkan oleh pelaku ekonomi kreatif.

“Mas Hanum dan Mbak Lola ini contoh pelaku ekonomi kreatif yang tidak menyerah. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga selalu memikirkan tentang film, musik, selalu bicara tentang apa yang bisa kita bantu melalui kewenangan kita,”katanya.

Di 2021 ada beberapa program yang sedang disiapkan, pada saatnya nanti kita akan mengumukan program ini, setidaknya program ini nantinya bisa membantu teman-teman pelaku ekonomi kreatif bisa tetap berkarya.

“Optimisme teman-teman pelaku ekonomi kreatif sangat kita butuhkan agar kita bisa segera bangkit, dan ini perlu kesadaran menjalankan protokol kesehatan. Semakin cepat kita mengendalikan pandemi COVID-19 semakin cepat kita memulihkan kondisi ini, baik sektor Pariwisata maupun Ekonomi Kreatif,”harapnya.

Sementara, Hanung Bramantyo, Sutradara Film menyampaikan, masa pandemi semua berhenti total.

“Sebenarnya ada tiga poyek film saya tahun ini, yang sudah gala premier tidak jadi tayang di bioskop sampai saat ini, yang sudah tayang langsung diturunkan karena tidak ada penonton, sedangkan yang sedang proses pengambilan gambar, harus berhenti,”jelas Hanung.

Senada yang dikatakan Lola Amaria yang juga Sutradara Film, Pekerja film seperti saya dan teman-teman sejak Maret memang tidak boleh melakukan aktivitas pembuatan film.

“Baru mulai saat memasuki masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi, pekerja film mulai berproduksi dalam protokol yang sangat ketat,”akuhnya.

Menurutnya, Industri ekonomi kreatif mau tidak mau harus beradaptasi dengan protokol kesehatan, ini penting untuk dipahami agar ditanggapi dengan serius.

Untuk itu kami membuat platform sertifikasi CHSE (Cleanliness, Health, Safety, Environment) untuk segera diadopsi.

“Cepat atau lambat kita memang harus beradaptasi dengan digital, karena menurut saya bioskop bukan satu-satunya media untuk berkarya bagi pembuat film saat ini,”katanya.

Ada banyak ide di masa pandemi seperti misalnya tentang hoax, tentang vaksin, apapun yang berkaitan dengan pandemi yang bisa diproduksi sebagai film edukasi.

“Platform tidak harus bioskop, bisa televisi, bisa digital, karena mengedukasi masyarakat itu penting,”jelas Lola Amaria.

Dia berharap, Vaksin cepat terdistribusi dengan baik dan semua sektor sudah bisa kembali seperti semula sebelum pandemi.(Rls)

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com