PAREPARE, TIME BERITA — Sebagaimana hasil rapid tes dan pemeriksaan laboratorium RSUD dr TC Hillers Maumere Kabupaten Sikka, NTT terhadap 22 sampel anak buah kapal (ABK) KM Lambelu saat tiba di Pelabuhan Lorens Say Maumere Selasa, 7 April diketahui dua ABK dan satu orang penjaga kantin kapal milik PT Pelni terindikasi terjangkit virus corona atau COVID-19. Hal itu dibernarkan Gatot GM Pelni Cabang Parepare yang dibungi melalui telepon genggamnya, Selasa (07/04/2020)
“Memang ada 2 ABK dan 1 penjaga toko yang kena gejala. Namun saat ini kapal sudah bisa sandar di Maumere atas permohonan dan desakan penumpang,”katanya.
Dia mengatakan,informasi diketahui adanya ABK dan penjaga tokl tergejala, setelah ada tim kesehatan dari Maumere yang naik keatas kapal sebelum kapal sandar.
Untuk selanjutnya tindakan Pelni akan segera mensterilkan kapal dengan menyemprot disinfectant setiba di Makassar tanggal 9 April dan selanjutnya kapal akan dilakukan Portstay karantina selama 14 hari.
Dia menjelaskan, KM Lambelu sebelum sampai di Pelabuhan Maumere, sudah melakukan Pelayaran dari Pelabuhan Parepare menuju Pelabuhan Makassar, kemudian terus ke Pelabuhan Bau-Bau dan ke Maumere.
“Tapi saat hendak sandar di Pelabuhan Maumere. Kapal ditolak untuk berlabuh karena adanya surat dari Pemerintah Kabupaten Sikka,”bebernya.
Menurutnya, Selama melakukan pelayaran dari Pelabuhan Parepare tidak ada laporan gejala.
“Sudah dari Parepare, sebelum ke Makassar, Tapi sejak dari Parepare tidak ada laporan gejala, Mungkin setelah kapal dari Bau-Bau,”tutupnya. (*)