Mantan Kades BorongLoe Jadi Tersangka Dana KUBE

BANTAENG, timeberita.com – Penyidik kejaksaan negeri Bantaeng menetapkan mantan kepala desa (kades) BorongLoe kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng insial Hay ditetapkan jadi tersangka kasus dugaan korupsi Dana Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang bersumber dari Kementerian Sosial R.I Tahun 2018.

Tersangka Hay langsung di tahan oleh penyidik kejaksaan selama 20 hari yang dititip ke Rutan Klas II.B Bantaeng, sejak tanggal 24 Maret 2021 s/d 12 April 2021, berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : PRINT-16/P.4.17/Fd.2/03/2021.

“jadi kami sudah tahan tersangka Hay dan dititip di Rutan kelas II. B. Bantaeng kemarin,” kata kasi intel Kejari Bantaeng, Azhar melalui Kasi peneragan hukum Kejati Sulsel, Idil, SH.MH kepada timeberita.com

Idil menuturkan, Penetapan Tersangka dan tindakan penahanan dilakukan setelah saudara Tim Jaksa Penyidik pada Kejaksaan Negeri Bantaeng mengelar ekspose dihadapan Kepala Kejaksaan Negeri Bantaeng, dan dinyatakan sudah memenuhi unsur tindak pidana korupsi.

Lanjutnya, mantan Kasi Pidum Kejari Parepare ini mengatakan, Adapun masalahnya kasus ini dimana kronologisnya bermula pada Tahun 2018, Kementerian Sosial R.I menyalurkan Dana Stimulan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa BorongLoe, Kecamatan Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus juta rupiah) untuk 200 (dua ratus) Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan rincian masing-masing KPM menerima bantuan sebanyak Rp. 2.500.000,- (dua juta lima ratus ribu rupiah).

Lalu setelah dilakukan verifikasi dan penetapan penerima bantuan, selanjutnya Kementerian Sosial R.I menyalurkan dana bantuan dengancara transfer kerekening masing-masing KUBE, dimana selanjutnya Ketua dan Bendahara masing-masing kelompok mencairkan atau menarik dana bantuan tersebut dari Bank BRI unit Lamalaka.

Tersangka Hay yang juga selaku Kepala Desa BorongLoe, meminta semua dana bantuan tersebut untuk diserahkan kepadanya, dan pada tanggal 27 November 2018, tersangka menyerahkan kembali dana bantuan tersebut kepada 18 (delapan belas) KUBE yang terdiriatas 180 (seratus delapan puluh) KPM, dengan kondisi, dana bantuan tersebut sudah dipotong dengan besaran potongan bervariasi, antara Rp. 600.000,- (enam ratus ribu rupiah) hingga potongan sekitra Rp. 900.000,- (Sembilan ratu sribu rupiah).

Idil menuturkan bahwa adapun kerugian keuangan negara yang tercipta akbiat perbuatan Tersangka Hay ini adalah sebesar Rp. 155.670.000,- (seratus lima puluh lima juta enam ratus tujuh puluh ribu rupiah) berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian keuangan negara BPKP Perwakilan Provinsi Sulawesi Selatan Nomor : SR-006/PW21/5/2020, tanggal 13 Januari 2020.

Jadi kami minta kepada Masyarakat diharapkan dapat mengawal dan mendukung penanganan perkara Tindak Pidana Korupsi Penyimpangan atau Penyalahgunaan Dana Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang bersumber dari Kementerian Sosial R.I, Tahun 2018.”jelasnya. (red)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com