ENREKANG, timeberita.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Enrekang melakukan pemantauan pelaksanaan pemilihan ketua Organisasi Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 4 Enrekang untuk masa bakti 2021-2022, Selasa (12/10/2021).
Pemilihan ketua OSIS tersebut dilakukan secara langsung dengan mengadopsi metode dan tahapan Pemilu dan Pilkada yang biasa digunakan oleh Komisi Pemilihan Umum.
Mulai dari pembentukan anggota Komisi Pemilihan OSIS (KPO), pemutakhiran data pemilih, pendaftaran pasangan calon, debat kandidat, hingga perekrutan petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS).
Ada tiga orang pasangan calon yang mengikuti kontestasi Pemilihan ketua OSIS SMA Negeri 4 Enrekang, masing-masing Muh Kevlin Tri Athira Abel dan Sarina, Muhammad Alfiansyah dan Juliarsyah, serta Nur Aisyah dan Vera Auliah Yusuf.
Pada perhelatan tersebut, Komisioner KPU Enrekang Baharuddin mengatakan, momentum seperti ini patut untuk diapresiasi sebab tidak banyak sekolah yang mampu melaksanakan Pemilihan ketua OSIS secara langsung seperti yang dilakukan oleh SMA Negeri 4 Enrekang.
“Melalui Pemilihan ketua OSIS secara langsung akan mengajarkan kepada para siswa dan siswi SMA Negeri 4 Enrekang tentang esensi kejujuran, sportivitas, keadilan, kebebasan dan kerahasiaan. Semua ini merupakan asas Pemilu yang demokrasi,”katanya.
Dia menambahkan, penanaman nilai-nilai demokrasi sejak duduk di bangku Sekolah Menengah, kiranya dapat menjadi embrio untuk mewujudkan demokrasi Indonesia yang berkualitas di masa yang akan datang.
Senada yang disampaikan Irwan Ibrahim, Pendidikan demokrasi bagi para calon pemilih pemula sangatlah penting, sebab mereka adalah calon pemimpin-pemimpin masa depan bangsa.
Dia berpesan agar para anggota KPPS senantiasa menerapkan standar protokol kesehatan yang ketat dalam proses pemilihan.
Mengingat saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.
“Para petugas Komisi Pemilihan OSIS dan KPPS tetap memperhatikan standar protokol kesehatan dalam proses pemungutan suara.
Kami juga berharap semoga Pemilihan ketua OSIS di SMA Negeri 4 Enrekang bisa menjadi model dan percontohan untuk sekolah lainnya di Kabupaten Enrekang,”katanya.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMA Negeri 4 Enrekang, Makhmud berharap, kiranya KPU Kabupaten Enrekang bisa mendampingi SMA Negeri 4 Enrekang dalam Pemilihan ketua OSIS pada tahun berikutnya.
“Kami berharap ke depan, KPU Enrekang kiranya dapat membantu dan memfasilitasi dalam hal pengadaan logistik, misalnya bilik suara dan kotak suara. Saat ini, yang kami gunakan adalah bilik dan kotak suara yang dirakit dari kardus bekas,”katanya.
Hal yang sama disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Salman mengatakan, Minimnya pengetahuan siswa terkait tata cara Pemilu, sempat menjadi kendala bagi anggota Komisi Pemilihan OSIS dan KPPS.
“Apalagi rata-rata mereka adalah pemilih pemula. Itulah sebabnya kehadiran KPU Enrekang untuk sosialisasi di sekolah sangat kami harapkan,”katanya.
Menurut Salman tingkat partisipasi pada Pemilihan ketua OSIS SMA Negeri 4 Enrekang mencapai 95 persen.
“Sebagian tidak hadir memilih karena sakit, demikian halnya dengan guru,” tutupnya.
Hasil pantauan, Suasana pemilihan berjalan lancar dan khidmat dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Pemungutan suara dimulai sekitar jam 08.30 Wita.
Hasil perhitungan suara, dimenangkan pasangan calon nomor urut 1 yakni Muh Kevlin Tri Athira Abel dan Sarina yang berhasil mengungguli pasangan lain dengan total perolehan suara 259 dari 3 TPS.
Adapun wajib pilih yang terdaftar dalam DPT sebanyak 635 pemilih yang terdiri dari 590 siswa dan 45 guru dan tenaga kependidikan.(El)