Kaulitas Pekerjaan Dipertanyakan, Walikota Akui Kualitas Pekerjaan Amburadul

PAREPARE, TIME EBRITA.COM — Kualitas pekerjaan saat ini dipertanyakan. Hal itu dipicu dugaan banyaknya pekerjaan proyek
yang asal jadi. Bahkan, pekerjaan proyek anggaran Pokok dikerja diakhir tahun.

Seperti, Pekerjaan Trotoar yang menggunakan anggaran pokok Dana Alokasi Umum (DAU) tahun 2020 dengan nilai 1,5 milliar lebih hingga kini belum rampung. Sama halnya pekerjaan pembangunan jalan beton hingga kini masih berjalan sekira 50 persen.

Hidayasni PPK Perkerjaan Trotoar dan Pembangunan Jalan Beton mengakui, jika proyek Trotoar maupun jalan beton dikerja di akhir
semester. Untuk proyek trotoar sebanyak dua item yakni di Jalan ganggawa dan Jalan bau Massepe.

Sementara pekerjaan Jalan Beton sebanyak 11 paket dengan jumlah anggaran Rp2,2 miliar, bersumber DAU Tahun 2020, baru tiga paket yang selesai.

Dia menyebutkan, 11 paket pekerjaan itu yakni, Jalan Kecamatan Ujung, Jalan Akses Panroko Pekuburan, Jalan Amin Laengke-Petta
Unga, Jalan Akses Lamaubeng, Jalan Akses Minrulangnge, Jalan Akses Suaka Alam Lestari, Akses Jalan Sibali-Takkalao, Jalan Belakang SMK Negeri 1 (Lumupue), Jalan Perumahan Beringing,Akses Jalan Arung Mammpi, dan Jalan Multazam.

“Yang selesai 3 paket yakni, Jalan Belakang SMK Negeri 1 (Lumpue), Jalan Amin Laengke-Petta Unga dan Jalan Akses Minrulangnge. Yang lain itu masih sekitar 50 persen,”jelasnya.

Sementara, Walikota Parepare HM Taufan Pawe mengakui, Kualitas pekerjaan masih amburadul. Hal itu disampaikan saat menanggapi penyampaian Legislator PKB Andi Fudail pada Rapat Paripurna, Senin (16/11/2020).

Dia mengatakan, Kualitas pekerjaan saat ini masih amburadul, Tapi itu terletak pada instrumen perencana. Dengan demikian, Walikota
Parepare menyampaiakan agar fungsi pengawasan DRPD dioptmalkan.(*)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com