Kasus OTT ULP Menetapkan 5 Tersangka ASN Dihentikan Saja

PAREPARE, timeberita.com – Masih ingat kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang ditangani penyidik Polres Parepare sejak tahun 2018 lalu dengan menetapkan lima tersangkanya? Pasti masih ingat, hanya saja sampai sekarang ini tidak ada kepastian hukum, itu disebabkan karena begitu dini mengambil tindakan penyidik Polres Parepare dengan menetapkan lima tersangka, sehingga kejaksaan menolak BAP (Berita Acara Pemeriksaan) ini karena tidak memenuhi unsur tindak pidana korupsi.

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Institute Kebijakan Rakyat, kembali bersuara untuk meminta kepada pihak penyidik Polres Parepare menjelaskan ke masyarakat terkait lima tersangka OTT sampai sekarang ini masih kabur.

Pendiri LSM IKRA, Uspa Hakim berharap agar kasus OTT lebih baik dihentikan dengan dikeluarkannya SP-3 (surat penghentian penyidikan dan penuntutan) agara nasib kelima ASN tersebut tidak terkatung-katung.

“Inilah akibatnya kalau terlalu terburu-buru menetapkan tersangka tanpa kajian dan analisis hukum sehingga kelima nasib ASN tersebut yang masih status tersangka tidak ada kepastian hukumnya,”tegasnya.

Mencermati hasil OTT dengan barang bukti uang senilai sekitar Rp. 12 juta yang didapat di laci diruang Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemkot Parepare sangat minim bahkan belum jelas apakah uang Negara atau sogokan (gratifikasi), yang jelas kasus ini tidak akan lanjut jika penyidik tidak menangani secara profesional bukan pada kepentingan atau faktor “x”.”harapan kami agar masalah ini cepat selesai supaya kelima tersangka itu jelas nasibnya, sehingga status tersangka selama ini bisa mendapat kepastian hukum”tuturnya.

Ditambahkan, Nuzul Qadry, SH selaku ketua LSM IKRA, mendesak kepada penyidik kepolisian agar mengeluarkan SP3 atau sekalian lanjut jika memang sudah memenuhi unsur-unsur pembuktianya.

“Penyidik harus hati-hati dalam menangani perkara tindak pidana korupsi atau tindak pidana lainnya dan harus profesionalisme, kasihan ke lima ASN yang masih berstatus tersangka sudah empat tahun dan belum jelas nasibnya,”jelasnya.

Harapan kami, kata Nuzul, dimana ke Lima orang ASN masing-masing insial Mus, Zul, Ris, Man dan Ded segera dipulihkan namanya jangan digantung,”kasihan kalau seperti ini statusnya tetap tersangka, kalau memang tidak bisa dilanjutkan ke meja hijau maka polisi harus berani keluarkan SP-3, tetapi kalau penyidik yakin bahwa kasus ini bisa ke ranah hijau maka harus ada kepastian hukum,”jelasnya.

Sayangnya, seandainya kelima ASN ini melakukan praperadilan sebelumnya, maka peluang besar kelima tersangka tersebut bisa mendapat kepastian hukum, dan penyidik akan malu jika dikalah dalam praperadilan. Tetapi ini tidak dilakukan karena kelima ASN masih menghargai penyidik untuk membuktikan kinerjanya, dan bahkan kelima ASN ini juga tidak didukung oleh atasanya untuk mengambil langkah Praperadilan tersebut. (red)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com