Kasus Dugaan Ijazah Palsu Anggota DPRD Bergulir Di Polres

ENREKANG, TIME BERITA.COM — Kasus dugaan pengguna Ijazah palsu oleh seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Enrekang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), saat ini bergulir di Polres Enrekang. Hal tersebut dikatakan AKP Saharuddin Kasat Reskrim Polres Enrekang, dikutif dari laman Cyberpare.com, Rabu (01/07/2020).

Dia menjelaskan, Berkas kasus dugaan pengguna Ijazah palsu itu sudah diserahkan ke Kejaksaan untuk tahap awal.

Namun, pihak Kejaksaan mengembalikan berkas itu untuk kemudian dilengkapi.

“Kami sementara proses kelengkapan berkasnya setelah diserahkan ke Kejaksaan. Setelah dipenuhi petunjuk JPU, Maka akan kami serahkan kembali untuk kemudian diproses di Kejaksaan,”jelas mantan Kapolsek Pelabuhan Nusantara (KPN) Parepare ini.

Dia mengurai, Ijazah yang digunakan yang bersangkutan saat mendaftar sebagai Calon Legeslatif (Caleg) priode 2019-2024 lalu dinilai ada kejanggalan.

Ijazah setara SLTA atau Paket C keluar pada tahun 2007. Sementara Ijazah yang setara SLTP atau Paket B keluar pada tahun 2014.

“Artinya lebih dahulu megambil Ijazah Peket C kemudian mengambil paket B,”Katanya.

Secars terpisah Ketua KPUD Enrekang Haslipa mengakui, jika pihaknya menunggu kepastian hukum dari kasus tersebut.

“Kasus itu sementara berproses hukum, Hanya saja waktu tahapan pemilihan Anggota DPRD 2019 lalu, Sudah sesuai dengan Regulasi. Mulai dari proses pendaftaran, pencalonan hingga membuka tanggapan masyarakat. Namun, saat itu kami tidak pernah menerima masukan baik lisan ataupun tulisan dari masyarakat dan rekomendasi dari BAWASLU Enrekang,”katanya.

Menurutnya, Semua tahapan pencalegkan diawasi secara penuh Badan Pengawas Pemilu (BAWASLU) Kabupaten Enrekang.

Hinga di penetapan suara dan calon terpilih serta penyerahan surat keputusan ke Depdagri melalui Pemerintah Daerah (Pemda) juga mendapat pengawasan.

“Kami tunggu putusan inkra dan surat dari DPRD Enrekang,”tuturnya.

Sementara Hakim, Ketua Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Enrekang mengatakan, Pihaknya merasa heran jika ada anggotanya menggunaka Ijazah palsu.

“Jika, memang ada kami serahkan kepada pihak berwajib untuk diproses,”akuhnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan mengambilkan tindakan setelah mendapat kepastian hukum.

“Kami tetap menunggu hasil keputusan yang inkra, untuk kemudian melakukan tindakan,”tutupnya.(CR1)

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com