Covid19 Di Malam Tahun Baru 2021

PAREPARE, TIME BERITA.COM — Virus Corona (Covid19) saat ini melanda seluruh belahan dunia, tak terkecuali di wilayalah Indonesia bahkan sampai ke pelosok daerah kabupaten dan kota.

Sama halnya di Kota Parepare wilayah Sulawesi Selatan virus corona tak luput dari serangan demi serangannya.

Tercatat diakhir tahun kasus virus corona di Kota Parepare terus menunjukkan angka penigkatannya.

Angka demi angka terus saja bertambah hari demi hari, kasus corona masih saja ditemukan.

Berbagai langkah dan upayah Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona terus digalakkan.

Mulai dari pembagian masker, sosialisasi penegakan protokol kesehatan bahkan diakhir tahun 2020 Walikota Parepare HM Taufan Pawe mengeluarkan surat edaran tentang pembatasa jam operasional bagi pelaku usaha.

Tidak hanya sampai disitu, di malam pergantian tahun 2020-2021 Pemkot Parepare melalui pemerintah Kecamatan Ujung melaksanakan operasi yustisi untuk menjaga ketat perbatasan kota.

Para pengunjung yang melintas tidak diperbolehkan masuk ke Kota Parepare bagi yang tidak ber KTP Parepare.

Hal itu dilakukan untuk mencegah adanya kerumunan warga di malam tahun baru.

Pemerintah Kota Parepare yang memberlakukan jam malam bagi pelaku usaha dan larangan pesta perayaan malam pergantian tahun baru tentunya membuat bedah dengan perayaan malam pergantian tahun baru sebelumnya.

Malam pergantian tahun baru yang identik dengan letupan petasan dan kembang api di udara itu tidak terlihat lagi di Kota Parepare.

Pusat keramaian berubah menjadi sunyi senyap, bahkan lantunan musik berisik yang biasanya dibunyikan disetiap rumpung keluarga tidak lagi terdengar.

Salahsatu warga Kota Parepare Wati mengaku, jika dirinya bersama keluarga hanya tinggal dirumah, karena tidak ada perayaan malam pergantian tahun baru.

“Tahun ini ada Covid19 di malam tahun baru. Jadi tidak ada perayaan, seperti menyalakan musik dan petasan,”ujarnya.

Menurutnya, suasana malam pergantian tahun ini tidak ada yang istimewah.

“Berjalan seperti hari biasanya. Apalagi Pemerintah memberlakukan jam malam. Jadi kami dirumah saja,”katanya.

Senada yang dikatakan Adi, Jika malam pergantian tahun 2020-2021 bedah dengan malam pergantian tahun 2019-2020.

“Sebelumnya, baru menjelang waktu shalat Magrib, Sejumlah tempat di kota sudah ramai. Bahkan letupan kembang api sudah pecah diudara. Tapi sekarang tidak ada lagi, Kalaupun ada paling juga satu-satu,”katanya.(*)

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com