BPN Akui Biaya Transpor Bagi Tenaga Pengukur Dibebankan Warga

Akbar: Kami Tidak Alergi Wartawan, Tapi Uang Transpor Tenaga Pengukur dibebankan warga

PAREPARE,timeberita.com — Kasi Pengukuran BPN kota Parepare, Muh. Akbar didampingi Adi Nasir selaku kasi Penetapan hak dan Pendaftaran BPN Parepare, mengakui kalau adanya kekeliruan dan kurang miskomunikasi dengan wartawan sehingga lama menunggu untuk minta konfirmasi mengenai dugaan pungli di BPN, sehingga tidak ditemui rekan media.

“Maaf kami akui keliru, itu karena tidak ada penyampaian kepada kami kalau ada rekan wartawan mau bertemu dan saat itu kami sedang menghadap kepada kepala badan diruanganya,”kilahnya.

Ia membantah kalau pihak kami selaku BPN alergi dengan wartawan, justru wartawan teman dan sahabat kami,”kami tidak alergi wartawan, ini hanya miskomunikasi saja,”katanya.

Lanjut menjelaskan adanya keluhan warga terkait masalah pengurusan sertifikat tidak dilayani dengan baik, itu tidak diketahui oleh pihak BPN sendiri, adanya masalah ini maka kami akan evaluasi, dan bahkan pihaknya akan mengundang warga yang  bermasalah dalam pengurusan sertifikatnya itu, untuk dijelaskan tentang apa solusi dan kekuranganya tersebut.

Ditanya kepada wartawan, mengenai adanya pungutan liar mengenai uang transportasi bagi tenaga pengukur yang melakukan pengukuran atau ploting ke obyek lahan tersebut, dibenarkan oleh Akbar dan Adi bahwa biaya tranposrtasi bagi tenaga yang turun kelokasi obyek tanah itu memang ditanggung oleh pihak bersangkutan yaitu warga atau pemilik lahan. biaya transportasi itu tidak masuk ke kas negara saat masuk ke loket BPN mendaftar.

“Itupun besarnya hanya berkisar sampai Rp. 300 ribu rupiah tidak lebih dari itu, jadi uang atau biaya transpor itu ditanggung oleh warga atau pemilik obyek tersebut,”katanya mengakui kalau dirinya baru beberapa bulan bertugas di BPN Parepare.

Mengenai adanya oknum calo di BPN, Akbar dan Adi juga akui hal itu, dan kedepan tidak ada lagi namanya calo,”jadi kami harap kepada masyarakat jangan mengurus melalui calo, langsung saja ke loket.”katanya.

Adi dan Akbar menambahkan bahwa rencana kami akan undang wartawan dan LSM untuk sama-sama memerangi calo yang merugikan warga dengan mengatasnamakan BPN dan sebagainya.”kalau mau dilayani dengan baik langsung masuk ke pelayanan atau di loket, jangan melalui perantara,”tuturnya. (smr)

 

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com