Kedua Ormas Melakukan Investigasi Secara Internal

* UPTD Parkir: Keributan bukan masalah lahan parkir

PAREPARE,TIME BERITA .com — Ketua Pemuda Pancasila (PP) Kota Parepare, Fadli Agus Mante, tak ingin terlalu dalam mencampuriĀ  kasus dugaan kekerasan terhadap anggotanya yang terjadi di Pasar Lakessi kemarin, Ia hanya menyerahkan kepada pihak penegak hukum untuk mengungkap siapa pelaku penikaman yang dilakukan pelaku terhadap anggotanya.

Kalau pun ada anggotanya terlibat masalah lahan di pasar Lakessi itu hanya perbuatan oknum bukan membawa nama organisasi.

“Jadi jika ada anggota saya terlibat kasus di pasar Lakessi bukan mengatasnamakan organisasi tapi hanya perbuatan oknum saja, karena PP tidak pernah berseteru dengan ormas lain,”jelasnya.

Awink yang disapa Fadli Agus Mante masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini mau dibawa kemana, tapi yang jelas biarkan penyidik kepolisian menangani hal ini dengan profesional.

Awink mengklarifikasi bahwa bukan masalah lahan parkir tapi ada dugaan pungli terjadi yang dilakukan premanisme dan cara inilah tidak dibenarkan di pasar Lakessi,”kami tidak inginkan adanya premanisme yang ada di pasar lakessi,”tegasnya.

Terpisah, Ketua PEKAT IB Parepare, Hj Nurtaty Sjamsu Alam, juga mengatakan bahwa Ia selaku ketua PEKAT juga menyanyangkan adanya kejadian seperti ini yang tidak perlu terjadi, “kami juga menyesalkan adanya masalah seperti ini, yang mestinya tidak boleh terjadi, dan kami juga tidak mau ada cara-cara premanisme terjadi di pasar Lakessi mengenai persoalan perebutan lahan,”jelasnya.

PEKAT, kata Hj Enge sapaannya Hj Nurtaty Sjamsu Alam, juga melakukan investigasi secara internal soal adanya dugaan penganiyaan dan kekerasan bersama-sama sesuai laporan kedua belah pihak,”jadi kita harus mencari tau masalah ini, dimana benang merahnya, yang jelas kami juga tidak pernah berseteru dengan ormas lain termasuk saudara kami dari Pemuda Pancasila, jika ada oknum anggota kita ribut dilapangan, maka mari sama-sama mencari titik masalahnya,”terangnya.

Ditambahkan, Hj Enge, bahwa adanya dugaan penikaman yang mencuat seakan-akan anggota PEKAT yang melakukan dan ini perlu ditelusuri kebenaranya, dan pihak PEKAT akan melakukan croscek dilapangan untuk mencari fakta kebenarannya, apakah benar anggota PEKAT yang menikam atau bukan.

Terpisah, kepala UPTD Parkir, Hamdayana, membantah jika kedua oknum ini ribut akibat soal parkir, tapi ini masalah adanya dugaan pungutan liar yang saling mengkalaim lahan dipasar, sehingga terjadi keributan yang berujung pada proses hukum,”jadi saya klarifikasi bahwa bukan masalah parkir, tapi masalah lahan mengenai dugaan pungutan liar (pungli) dipasar yang meresakan pedagang pasar, dan tidak ada sangkut pautnya soal parkir,”terangnya. (**)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com