Ibu dan Anak Hangus Terpanggang Oleh Si Jago Merah

BARRU, TIME Berita .com — Seorang ibu bernama St. Khadija (37) pegawai RSU Daerah Kabupaten Barru bersama anaknya Sakira (5) hangus terbakar oleh si jago merah saat peristiwa naas terjadi Sore pukul 18.15 wita, di jalan Latanrong Pekka Selatan, Kelurahan Pelanro, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru. Rabu (29/7/2020).

Kronologis kejadian, berbagai sumber bahwa, rumah pertama di lalap si jago merah adalah rumah Yunus H Manila adalah mertua St Khadija atau korban.  Saat itu korban diduga sudah memasak buras untuk persiapan menjelang Idul Adha sehingga api menyalar di tempat bensin jualanya.

Dan ada pula sumber mengatakan bahwa saat motor pemilik rumah sedang pengisian bensin botolan saat itu tak menyangka percikan api menyambar bensin lalu membakar motor hingga meledak sehingga bagian depan yang merupakan kios milik Yunus (60) atau korban terbakar.

Sedangkan korban bersama anaknya berada di atas rumah saat terbakar di kios depan rumah milik Yunus atau korban sehingga tidak bisa berbuat banyak saat api semakin membesar, sedangkan rumah tersebut hanya satu pintu depan yang juga sudah dilalap si jago merah, tanpa ada pintu belakang rumahnya, sehingga korban bersama anaknya tidak bisa keluar karena api semakin besar dan korban bersama anaknya lebih memilih masuk di WC di bak mandi yang terbuat dari batu-bata itu untuk berlindung dari api yang semakin mengganas yang sedang menghabisi rumah kayu korban, namun justru tidak terselamat bahkan justru terpanggang oleh api.

Lalu sekilat itu api menghabisi rumah korban lalu menjalar dirumah tetangganya bernama Suri (45) sekilas itu api menghabisi rumah kayu milik korban Suri, lalu menyeberang kerumah milik Aweni (65), tidak ada yang bisa diselamatkan oleh ketiga korban kebakaran.

Saat Kapolres, AKBP Welly Abdillah berada di lokasi kejadian, penulis mengkonfirmasi terkait sebab-akibat terbakarnya tiga rumah diwilayah kerjanya, namun Ia belum bisa menjelaskan lebih jauh mengenai apa sebab-akibatnya, tapi menurutnya masih dugaan sementara bahwa terjadi adanya kosleting listrik.”kami belum tau apa penyebabnya, masih dugaan sementara arus listrik terjadi koslet,”katanya.

Welly menurutkan, sementara ini pihaknya sedang melakukan identifikasi atau olah TKP mengenai tiga rumah terbakar tersebut yang menimbulkan dua korban jiwa,”jadi kami masih melakukan penyelidikan di TKP,”katanya.

Welly membenarkan, jika ada seorang ibu dan anaknya yang berusia 5 tahun terpannggang oleh api karena tidak bisa keluar, atau terkepung oleh api dan lalu korban bersama anaknya masuk ke WC untuk berlindung tetapi justru menjadi korban si jago merah.”saat ini kedua korban sudah dibawah kerumah keluarganya di Cilellang, kabupaten Barru, untuk dikebumikan.”jelasnya. (tim)

 

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting for http://sneeit.com