Diksar IAIN Parepare Mengandung Unsur Pidana

PAREPARE, timeberita.com –– Meninggalnya dua Mahasiswa IAIN Parepare yang mengikuti Diksar KSR PMI di Sungai Bilalangnge, Kelurahan Lemoe, Kecamatan Bacukiki itu mengandung unsur pidana. Hal itu dikatakan Ketua LBH Bakti Keadilan (BK) Kota Parepare Rendy SH, Kamis (02/12/2021).

Dia menjelaskan, Jika pelaksanaan kegiatan tidak memenuhi standar operasi prosedur (SOP) maka tentunya yang bertanggung jawab adalah panitia.

Namun, Tidak terlepas pihak Kampus sebagai induk atau rumah Mahasiswa yang melakukan kegiatan.

“Jika pihak Kampus mengeluarkan isin maka pihak kampus juga bertanggung jawab dan perlu di lihat apakah panitia sudah melakukan persiapan sebagai antisipasi jika dimungkinkan terjadi yang tidak diinginkan,”jelasnya.

Dia menambahkan, Pada kejadian ini diketahui ada faktor alam, yakni Banjir.

Tapi itu tidak menutup kemungkinan adanya unsur kelalaian didalamnya.

“Kalau kita lihat ada kelalaian, ini tidak sama dengan kasus artis Vanesa Engell, karena sopirnya melakukan aktivitas lain dalam kendaraan,”jelasnya.

Dia menyebutkan, Menurut hukum pidana seseorang yang karena kelalaiannya menyebabkan orang lain meninggal dunia dapat dikenakan PasalĀ 359 KUHP.

“Ancaman pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun. Itu jelas aturannya,”tutupnya. (*)

 

 

Sudarmono

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com