Diduga Tak Mau Bayar Uang Pesangon, Perusahaan Penjarakan Karyawan

PAREPARE, timeberita.com — PT Sumber Sejati Perkasa (PT SSP Group) di Soreang Jalan poros Parepare-Pinrang memenjarakan mantan karyawan dengan tuduhan pemalsuan dokumen (faktur) dan penggelapan dalam jabatan yang dilakukan oleh Imran (mantan karyawan).

Perkara ini terdaftar di pengadilan Negeri Sidrap dengan No Reg Perkara : 101/Pid.B/2021/PN.Sdr

Sudah berjalan sekira lima bulan yang sudah memasuki proses persidangan di Pengadilan Negeri Sidrap dengan agenda pemeriksaan saksi dari kedua belah pihak.

Zulkifli Pendamping Usman Hamid dari Konfederasi Serikat Pekerja Suluruh Indonesia (KSPSI) Kota Parepare mengatakan, Perkara ini berawal saat pihak perusahaan menonaktifkan (Pemberhentian) karyawan secara sepihak dari perusahaan.

Sehingga, Karyawan ini menuntut uang pesangon dari perusahaan.

“Pihak perusahaan diduga kuat tidak bersediah untuk membayar dan pihak perusahaan melaporkan karyawan tersebut,”jelasnya saat ditemui di Warkop di Jalan Andi Sinta, Senin (07/06/2021)

Dia menambahkan, Pemberhentian dilakukan oleh pihak perusahaan tidak ada ucapan terima kasihnya kepada karyawan.

“Karyawan ini sudah mengabdi di perusahaan selama 8 tahun dan perusahaan tidak bersedia bayar pesangon bahkan memenjarakannya,”sesalnya.

Dia menyesalkan kejadian ini, karena diduga pihak Dinas terkait ada pembiaran.

“Artinya mereka lepas tanggungjawab dalam hal perlindungan tenaga kerja dan pembiaran perusahaan yang nakal. Perusahaan ini diduga tidak lengkap dokumen perizinannya,”katanya.

Secara terpisah Arifin Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja Kota Parepare mengatakan, Untuk pekerja yang bermasalah dengan pemberi kerja maka itu akan ditindak.

Tapi, jika perkara itu berproses hukum, maka tetap didahulukan proses hukumnya.

“Kami menunggu dulu hasil putusan pengadilan. Jika sudah ada putusan hukum tetap dari pengadilan, ditetapkan bersalah atau tidak, maka pihak perusahaan wajib memberikan penghargaan kepada pekerja tersebut sesuai dengan hitungan masa kerja,”tutupnya. (*)

REDAKTUR

I am a web developer who is working as a freelancer. I am living in Saigon, a crowded city of Vietnam. I am promoting forĀ http://sneeit.com